Polda Aceh Berangus Komplotan Perampok di Pidie Jaya

ACEHTREND.CO, Banda Aceh-Empat dari tujuh orang pelaku penculikan di Pidie Jaya berhasil ditangkap tim gabungan Polda Aceh bersama Polres Pidie, setelah para pelaku sempat meminta uang tebusan yang baru di bayar pihak keluarga sebesar 82 juta.

“Korban yang bernama Abdullah, warga Gahru Bandar Dua Pidie Jaya, yang diduga pelaku sebagai mata mata BNN, diculik oleh pelaku dan disandera salama tiga hari sejak 15 Mei sampai 18 Mei 2018, dan meminta tebusan sebesar 110 juta kepada pihak keluarga,”kata Dirkrimum Polda Aceh Kombes Pol Drs Sumarso SH, saat gelar konferensi pers di Polda Aceh, Senin (21/5/2018).

Menurutnya, berdasarkan laporan pengaduan ke Polres Pidie oleh istri korban Nurhajjah pada tanggal 15 Mei 2018, terjadi penculikan terhadap Abdullah bin Ahmad oleh beberapa orang di rumahnya pada pukul 19.30 WIB.

Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan olah TKP, ditemukan ciri-ciri pelaku, serta kendaraan yang digunakan. Selanjutnya barulah dilakukan penyelidikan, yang turut dibantu oleh Polda Aceh melalui satuan Jatanras.

“Pertama diketahui dari komunikasi dengan keluarga korban, bahwa pelaku meminta tebusan sejumlah 110 juta,”katanya.

Ia jelaskan, karena istrinya tidak punya uang sehingga harus menunggu uang dikumpulkan dari keluarga besar.

“Saat tim bergerak pelaku menelfon keluarga korban untuk mengirimkan uang, kalau tidak dikirim korban akan dibunuh, maka pihak keluarga mengirimkan uang sebesar 50 juta, melalui rekening BRI atas nama pelaku AH, setelah pengiriman korban belum dibebaskan juga,”katanya.

Ia lanjutkan, tim terus memburu pelaku dan mencari tahu keberadaan korban. Dalam waktu bersamaan pelaku kembali mengancam keluarga karena belum mengirim sisa dana senilai 32 juta. Usai dana dikirim korban belum juga dibebaskan. Tanggal 17 Mei menjelang subuh, polisi berhasil mencegat kendaraan pelaku, mereka mencoba menabrak petugas dan berupaya melarikan diri.

Korban sendiri tidak berada dalam mobil itu, ia dibawa dengan motor Yamaha Vario biru. Begitu polisi mengetahui langsung melakukan penangkapan.

“Saat itu juga korban langsung kita diamankan, bersama empat orang pelaku beserta barang bukti lainnya yaitu satu unit mobil dan dua unit sepeda motor. Di dalam mobil juga ditemukan berbagai alat bukti termasuk parang, HP dan Kelengkapan lainnya. Tidak ditemukan senjata api, hanya parang,”kata Sumarso.

Sementara itu, pelaku yang ditangkap berinisial MS, D, JA, S, untuk tiga orang pelaku yang masih DPO termasuk aktor intelektual, berinisial MAH, FA dan DG, sampai saat ini masih dilakukan pengejaran.

“kita harapkan mereka dengan kesadaran untuk menyerahkan diri, sebelum kita lakukan tindakan tegas. Kemudian untuk akun BRI yang menerima uang dari keluarga korban juga sudah kita blokir,”katanya.

Ia tambahkan, pelaku disangkakan pasal 328 jo 55 jo 56 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, “adapun korban yang mengaku pekerjaannya jual barang antik, itu juga akan kita dalami, apakah masuk dalam ranah narkoba, setelah kita tangkap yang buronan tiga orang, selaku aktor intelektual, maka semua akan terungkap,”katanya.

Amatan aceHTrend pelaku bersama barang bukti dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, sementara dua orang pelaku terlihat kakinya diperban karena bekas terjangan timah panas.