Terhalang Sakit, Kejari Nagan Tunda Eksekusi Terpidana SPS Hingga Usai Lebaran

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Nagan Raya, Rahmad Ridha (aceHTrend/Irwan)

ACEHTREND.CO, Suka Makmue – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya hingga saat ini belum dapat mengeksekusi terpidana kasus pembakaran lahan perkebunan sawit PT Surya Panen Subur (SPS) kendatipun sudah dua kali disurati pasca turunnya putusan Mahkamah Agung (MA).

MA menghukum bersalah Eddy Sutjahyo Busin (Direktur PT SPS), Marjan Nasution (Administrator PT SPS), dan Anas Muda Siregar (Kepala Kebun Seunaam PT SPS), masing-masing dua tahun penjara dan korporasi.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Nagan Raya, Rahmad Ridha, saat dikonfirmasi aceHTrend mengatakan, alasan pihaknya menunda eksekusi para terpidana karena salah satu diantaranya sedang dalam keadaan sakit, hal itu dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter.

“Karena Pak Eddy sakit sehingga harus kita tunda eksekusi dan kita tunggu hingga usai lebaran,” katanya, Senin (21/5/2018).

Rahmad Menuturkan, MA sebelumnya telah memutuskan PT SPS bersalah karena membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Perbuatan tersebut dilakukan di Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, dalam rentang waktu Maret hingga Juli 2012 lalu. Tindakan tersebut merupakan tindak pidana perusakan lingkungan hidup.

Atas perbuatan tersebut, MA menjatuhkan hukuman pidana denda Rp 3 miliar. Dengan ketentuan, apabila tidak membayar maka harta perusahaan akan dilelang.

Selain hukuman pidana penjara, MA juga menghukum pidana denda para terdakwa masing-masing Rp 3 miliar dengam subsidair tiga bulan penjara.

“Surat pemanggilan sudah dua kali kami kirim. Surat pertama dikirim 8 Maret lalu dan kedua pada Selasa 24 April. Namun karena ada yang sakit maka belum bisa dieksekusi, nanti usai lebaran kita layangkan lagi panggilan ke tiga dan nanti tidak ada lagi alasan langsung kita eksekusi,” tegasnya. []

Baca berita terkait: Kejaksaan Ingatkan Terpidana Pembakaran Lahan PT SPS Nagan Raya Taat Hukum