Politisi yang Dekat dengan Aceh Ini Jadi Jubir Pemerintah

ACEHTREND.CO, Jakarta – Ali Mocthar Ngabalin diangkat sebagai salah satu staf khusus presiden dengan tugas menjadi juru bicara pemerintah.

Hal itu dibenarkan oleh Ngabalin. Diakui jika dirinya dan lima lainnya sudah bertemu dengan Presiden RI di Istana Negara, 22 Mei 2018.

“Kami keenam pejabat eselon I yang terdiri dari staf khusus Presiden dan Staf Kantor Kepresidenan di lingkungan Istana telah di terima secara resmi oleh bapak Presiden,” ungkap Ngabalin dalam keterangan tertulisnya, Selasa 22 Mei 2018.

Ngabalin yang juga dikenal sebagai mubaligh itu kerap melakukan kunjungan ke Aceh dalam kapasitasnya sebagai kader Golkar. Terakhir, Ngabalin terlihat pada saat Pilkada Bireuen.

Ngabalin juga terlibat perbincangan dengan Sulaiman Abda, Pimpinan DPRA, saat berada di rumah Nyak Sandang, sehari sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Melalui saluran telepon, Sulaiman Abda dan Ngabalin berbincang soal kemungkinan menghubungkan Nyak Sandang dengan Presiden RI untuk keperluan membantu salah seorang keluarga yang ambil bagian dalam membeli obligasi membantu perjuangan RI usai kemerdekaan.

“Ya ya, siap akan ta bantu,” kata Ngabalin yang memang sudah menghafal beberapa percakapan bahasa Aceh.

Ngabalin yang disebut dipercayai sebagai juru bicara pemerintah menyatakan tekadnya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi juga menambah empat orang staf khusus untuk menangani berbagai persoalan yang terjadi. “Tugas yang begitu banyak di lingkaran Presiden memerlukan tambahan staf khusus,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Pramono menuturkan, orang-orang yang diangkat sebagai staf khusus Presiden memiliki latar belakang profesional dan berpengalaman di lapangan. “Harapannya staf khusus bisa membantu presiden karena yang dipilih secara operasional membantu di lapangan,” ujarnya.

Mereka adalah Abdul Ghofar Rozin, staf khusus Presiden di bidang keagamaan domestik; Siti Dhzu Hayatin, staf khusus bidang keagamaan internasional; Adita Irawati, staf khusus bidang komunikasi; dan Ahmad Erani, staf khusus bidang ekonomi. []