Kembali Telan Korban, Mahasiswa Protes Kondisi Jalan Subulusalam-Longkib

ACEHTREND.CO, Subulussalam – Ruas jalan lintas Subulussalam-Longkib dinilai tidak layak dan memprihatinkan, selain sempit jalan tersebut juga dinilai luput dari pemerintah terhadap keselamatan pengguna jalan, padahal setiap harinya ratusan kendaraan roda dua, tiga, empat dan enam bahkan kendaraan berbadan besar selalu melintasi jalan tersebut.

“Maka tidaklah heran jika sering terjadi kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut dan ini akan dapat terus berkelanjutan apabila dibiarkan, kekhawatiran kita dari jalan rusak tersebut jangan sampai memakan korban jiwa lebih banyak lagi,” kata Haryono, mahasiswa asal Longkib di Banda Aceh pada (24-05-2018).

Haryono bertutur, Jalan Longkib sangat banyak terlihat lubang-lubang yang digenangi air yang dikhawatirkan dapat menyebabkan pengendara sepeda motor masuk ke dalam lubang genangan air tersebut.

Menurutnya, penyebab jalan tersebut rusak karena banyaknya mobil perusahaan pengangkut sawit bermuatan besar yang menuju pabrik melintasi ruas jalan menuju ke pusat Kecamatan Longkib tersebut, sehingga dampaknya merugikan jalan yang dibangun menggunakan uang rakyat tersebut, padahal jalan itu tidak mampu menampung beban berat dari angkutan mobil yang hampir setiap hari beroperasi.

Sebagai masyarakat Longkib, Haryono menyampaikan harapan besar kepada Pemko Subulussalam agar dapat meninjau langsung jalan lintas kecamatan tersebut untuk dibantu memperbaiki, jangan hanya menerima pajak dari perusahaan pabrik di Longkib saja, ia juga menambahkan minimnya respon pemerintah terhadap keluhan yang di sampaikan masyarakatnya, lain lagi persoalan pengelolaan Plasma dan CSR perusahaan yang tidak jelas dalam pengelolaannya.

Haryono melihat jika Pemko tidak pernah memperhatikan bagaimana dampak jalan ini kedepannya dan perkembanganya dimasa akan datang, maka 10 tahun bahkan 25 tahun kedepan yakinlah jalan ini semakin parah hingga berdampak melambatnya perekonomian masyarakat sekitar.

Lain lagi jalan lintas antar desa seperti desa Darussalam, Desa Panji, Desa gunung merapi dan desa-desa lainnya yang sangat memperihatinkan apalagi katanya disaat waktu terjadi hujan jalan berlumpur seperti kubangan karena tidak memiliki aspal.

“Lengkaplah penderitaan warga Longkib, dan ia juga meminta agar DPRK Dapil Longkib dan Rundeng untuk lebih fokus dan jeli dalam menyerap aspirasi rakyat khususnya Kecamatan Longkib,” imbuhnya. []