DPW SPI Aceh Bentuk Gerakan Mahasiswa Petani

Deklarasi Gerakan Mahasiswa Petani. Foto: Ist.

ACEHTREND.CO, Lhokseumawe-n Serikat Petani Indonesia (SPI) Wilayah Aceh baru saja menyelesaikan pendidikan kader dan deklarasi terbentuknya Gerakan Mahasiswa Petani (Gema Petani) wilayah provinsi Aceh. Pendidikan ini dilaksanakan sejak tanggal 26 sd 27 Mei 2018 bertempat di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Lhokseumawe.

50 orang mahasiswa perwakilan dari tiga kampus melakukan deklarasi Gerakan Mahasiswa Petani provinsi Aceh yang didasari oleh keprihatinan atas situasi kehidupan petani. Lahan pertanian Aceh yang luas dengan tanah yang subur seharusnya merupakan modal awal yang mensejahterakan petani. Namun posisi provinsi Aceh masih sebagai provinsi termiskin di Sumatra.

“Tantangan yang dihadapi oleh dunia pertanian di Aceh antara lain adalah semakin menyempitnya lahan pertanian milik masyarakat diakibatkan adanya pengalihan fungsi lahan ke sektor lain seperti perumahan, perkantoran, jalan, waduk, dan lain lain. Adanya izin konsesi lahan kepada perusahaan, perkebunan atau tanaman hutan industri,” kata Ketua SPI Aceh Sri Wahyuni, dalam rilisnya yang diterima aceHTrend, Minggu (27//5/2018).

Situasi ini menjadi fokus pemikiran dan kajian mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Aceh. Gerakan Mahasiswa Tani ini dimulai dari kampus kampus yang ada di wilayah Kota Lhokseumawe, Langsa dan Aceh Utara dan nanti diharapkan akan terus menguat ke seluruh kampus kampus di Aceh.

Para peserta pendidikan kader yang melakukan deklarasi Gema Petani Aceh ini tergabung dari dari kampus UNSAM Langsa, UNIMAL Aceh Utara dan IAIN Lhokseumawe.

“Dengan terbentuknya Gema Petani ini, di masa yang akan datang diharapkan akan meningkatkan dukungan dan pemenuhan hak hak petani di provinsi Aceh. Mahasiswa sebagai agent of change dan para intelektual muda akan menjadi asupan segar dalam struktur Serikat Petani Aceh dan perjuangan petani di masa yang akan datang,” sebut Ayu.

KOMENTAR FACEBOOK