Irwandi Yusuf Disebut Ikut Terima Fee 14 Miliar Korupsi Dermaga CT 3 Sabang

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (Dok.aceHTrend)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh-Gubernur Aceh Irwandi Yusuf disebut namanya dalam kasus korupsi proyek pembangunan dermaga bongkar CT 3 Sabang, dengan terdakwa utama Ruslan Abdul Gani yang merupakan mantan Kepala Badan pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) periode 2010-2011.

Dalam putusan 59/PID.SUS/TPK/2016/PN.JKT.PST, Pengadilan Tinggi Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, disebutkan Irwandi Yusuf ikut menerima fee sebesar 14 miliar lebih atau secara rinci 14,069. 375.000 miliar rupiah.

Informasi ini kembali mencuat ke publik setelah beredarnya capture isi putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang disebar melalui Whatsapp pada Sabtu (27/5/2018)

Dalam risalah putusan tersebut disebutkan Ruslan Abdul Gani yang juga bekas Bupati Bener Meriah menerima komitmen fee secara bertahap dengan total Rp 5.360.875.500 atau Rp 5,3 miliar dalam pembangunan Dermaga Bongkar Sabang pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang tahun anggaran 2011.

Uang tersebut diserahkan oleh Said Sabir di Kantor BPKS , di kantor tim likuidasi BRR di Banda Aceh dan di rumah terdakwa di Banda Aceh.

Komitmen fee juga diberikan kepada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf sebesar 14 miliar lebih yang diserahkan secara bertahap melalui Izil Azhar di rumah Izil di dekat bekas terminal Seutuy Banda Aceh.

Ruslan selain turut memperkaya diri juga memperkaya orang lain dan korporasi. Mereka di antaranya Heru Sulaksono sebesar Rp 19.888.234.297, Sabir Said sebesar Rp 3.821.270.000, Ramadhani Ismy sebesar Rp 470.000.000, Ananta Sofwan sebesar Rp 250.000.000. kepada pihak-pihak yang terkait dengan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sebesar Rp 9.250.000.000, kepada pihak-pihak lainnya sebesar Rp 26.315.245.927 serta kepada PT Nindya Karya sebesar Rp15.512.493.663 dan PT Tuah Sejati sebesar Rp 21.079.429.044.

Dari total Rp263.800.000.000 dana proyek tersebut, yang benar-benar digunakan oleh Nindya Karya JO untuk melaksanakan pekerjaan (biaya riil) hanya sebesar Rp147.461.842.807,00. Yang digunakan untuk membeli material ke supplier dan pembayaran subkontraktor.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lewat proses panjang, akhirnya Nindya Sejati Jo dimenangkan untuk mengerjakan pembangunan Dermaga Bongkar Sabang (lanjutan) TA 2011 dengan penawaran Rp262.765.300. Selanjutnya ditandatangani kontrak kerjasama yang dihadiri Ruslan, Ananta Sofwan, Muhammad Taufik Reza dan Direksi PT Nindya Karya.

“Bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan, Nindya Sejati Jo sama sekali tidak melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam kontrak. Nindya Sejati Jo mengalihkan (men-subkontrak) seluruh pekerjaan utama kepada perusahaan lain yaitu PT Budi Perkasa Alam, PT Mitra Mandala Jaya, PT Kemenangan, dan untuk pengadaan Panel Beton Pracetak dari PT Wika Beton,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Kiki Ahmad Yani membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016), seperti yang dikutip dari Okezone.com.

Irwandi Membantah

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Senin dinihari (28/5/2018) melalui Jurubicara Wiratmadinata menjelaskan bahwa dirinya tidak menerima apapun dari siapapun terkait urusan proyek BPKS yang disebut-sebut itu.

“Beliau menegaskan: Tidak menerima apapun dari siapapun,” ujar Wiratmadinata.

Dalam kesempatan itu, Wira juga mengatakan, masalah Irwandi disebut-sebut di dalam buku catatan keuangan Nindya karya, Irwandi juga tidak mengerti, menurutnya hal itu adalah urusan Nindya sendiri, yang pasti dirinya merasa tidak terkait dengan dirinya.

“Di situ juga ada nama-nama orang penting lain juga, cuma jaksa tidak sebut nama, hanya disebut pihak-pihak lainnya yang ikut menerima sebanyak 23 miliar lebih,” kata Wira mengukang penjelasan Gubernur Aceh.

Dalam kesempatan itu, Irwandi melalui Wira juga menjelaskan, Jikalau aliran dana itu mengalir kepada dirinya, sudah lama ia akan kena. Selain itu dalam amar putusan hakim terhadap Ruslan Abdul Gani jelas tertulis pernyataan yang bersangkutan bahwa tidak pernah ada permintaan uang dari Irwandi.

“Menurut Pak Irwandi, Kalau aliran dana itu masuk kepada dirinya, maka tentulah beliau sudah lama kena. Beliau menegaskan: Kalau aliran dana itu masuk ke saya, sudah lama saya kena. Pak Gubernur juga menegaskan bahwa; Dalam amar putusan hakim terhadap RAG di situ jelas tertulis pernyataan RAG tdk pernah ada permintaan uang dari saya”, Ucap Irwandi yang diulang oleh Wiratmadinata. []

KOMENTAR FACEBOOK