Irwandi Yusuf: Saya Tidak Terlibat Dalam Kasus Korupsi CT 3 Sabang

Irwandi Yusuf (Dok.aceHTrend)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh- Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Senin (28/5/2018) membantah dirinya terlibat dalam kasus korupsi CT 3 Sabang yang telah menyeret mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani sebagai pesakitan di muka hukum.

Terkait dengan beredarnya foto beberapa halaman putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 59/PID.SUS/TPK/2016/PN.JKT.PST, menurutnya pihak penebar foto dokumen itu hanya sengaja memposting bagian keterangan saksi-saksi, dan bukan pengakuan Ruslan Abdul Gani (RAG).

“Halaman itu (foto beberapa lembar dokumen putusan yang beredar di sosmed-red) adalah halaman yang memuat dakwaan jaksa yang mengutip keterangan saksi-saksi. Itu bukan pernyataan RAG,” terang Gubernur melalui aplikasi whatsapp.

Irwandi melanjutkan, dalam pemeriksaan barang bukti milik Nindya Karya ditemukan catatan keuangan berupa nama –nama penerima uang berikut jumlah nominal.

“Ada disebutkan beberapa nama penting yang oleh jaksa, karena kesensitifan disebutkan saja sebagai “pihak lain” dan juga turut disebut Gubernur NAD/GAM yg diserahkan kpd Izil Azhar oleh PT. NK,” terangnya.

Ia melanjutkan, sebelumnya Irwandi tidak tahu ada pos pengeluaran itu dan tidak pernah dikasih uang oleh Izil Azhar. “Waktu isu menjadi hangat saya tanya sama Izil Azhar mengenai mengapa ada nama Gubernur NAD di situ?  Jawabannya uang itu adalah uang keamanan proyek yang habis dibagi-bagikan kepada panglima-panglima GAM,” katanya.

Hal lainnya, mantan juru propaganda GAM tersebut mengatakan, dirinya tidak pernah sekalipun dipanggil  ketika proses perkara Heru Sulaksono. Baru dipanggil menjelang pilkada untuk saksi perkara RAG.
“Saya tidak pernah sekali pun dipanggil ketika proses perkara Heru Sulaksono. Baru dipanggil sebagai saksi ketika menjelang pilkada untuk saksi perkara RAG. 

Di halaman keterangan RAG sebagai terdakwa utama, RAG menyatakan tidak pernah mendengar ada permintaan fee dari Gubernur NAD dan tidak memberi apapun kepada Gubernur NAD. 

“Tetapi halaman itu tidak pernah dimunculkan di sini.  Buku vonis lengkap ada sama saya,” imbuh Irwandi Yusuf.

Sebelumnya diberitakan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf disebut namanya dalam kasus korupsi proyek pembangunan dermaga bongkar CT 3 Sabang, dengan terdakwa utama Ruslan Abdul Gani yang merupakan mantan Kepala Badan pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) periode 2010-2011. 

Dalam dokumen putusan 59/PID.SUS/TPK/2016/PN.JKT.PST, Pengadilan Tinggi Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, disebutkan Irwandi Yusuf ikut menerima fee sebesar 14 miliar lebih atau secara rinci 14,069. 375.000 miliar rupiah. 

Informasi ini kembali mencuat ke publik setelah beredarnya capture isi putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang disebar melalui Whatsapp pada Sabtu (27/5/2018).

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Senin dinihari (28/5/2018) melalui Jurubicara Wiratmadinata menjelaskan bahwa dirinya tidak menerima apapun dari siapapun terkait urusan proyek BPKS yang disebut-sebut itu. []

KOMENTAR FACEBOOK