Cerita Imam Masjid Berawe Banda Aceh yang Berpuasa di Bangkok

ACEHTREND.CO, Bangkok- Bagi Muslim yang menjalani ibadah puasa di Bangkok, Thailand, akan diuji oleh berbagai tantangan, baik karena negara tersebut sangat minoritas pemeluk Islam, juga harus selalu menundukkan kepala supaya tidak bebas melihat aurat penduduk warga yang lewat.

“Berpuasa di Bangkok Alhamdulillah sangat menarik, walaupun disekeliling banyak yang makan, Selain harus kuat saat melihat orang ngunyah di kiri kanan, cewek-cewek seksi juga jadi tantangan bagi orang berpuasa,”cerita Muhammad Sayuti Arakeumudi, Mahasiswa Fakultas Adab & Humaniora UIN Ar-Raniry saat ditanyai aceHTrend.co, Senin (28/5/2018), seputar pengalamamnya berpuasa di sana.

Sayuti diundang menjadi Imam Tarawih di salah satu masjid di Bangkok, Ia mengaku diutus oleh Direktur LT3Q Elmasudy, karena Ia menjadi salah satu guru di lembaga elmasudy yang ditunjuk untuk menghadiri undangan pihak masjid.

“Karena melalui lembaga tersebut saya dipilih menjadi imam disana, kalau di Aceh, Saya imam di Masjid Beurawe, Banda Aceh,” katanya.

Menurutnya, di Bangkok, masyarakatnya berjualan seperti biasa, tidak seperti bulan puasa di Aceh.

“Kalau sore hari ada jualan takjil berbuka seperti di Aceh, tapi sebatas dalam komonitas saja,”sebutnya.

Ia menjelaskan, masyarakat Muslim di Bangkok sangat antusias beribadah dan berbagi takjil berbuka.

“Di Mesjid jawa ini (masjid umat Muslim di Bangkok), disediakan menu berbuka dan sahur bagi setiap muslim yang ingin berbuka dan sahur,” katanya.

Ia menambhakan, berbuka di masjid ini diawali dengan kue, setelah Magrib semua jamaah menyantap nasi dengan berbagai menu khas Negeri Thailand,

“Yang sangat membuat saya takjub adalah penyuguhannya sangat luar biasa,dihidangkan makanan dan minuman oleh panitia, petugas takjil mengontrol setiap menu yang sudah berkurang akan ditambah lagi sampai penuh, sampai kami sudah selesai makan, tetapi menunya masih terus di kasih penuh, khidmat yang sangat luar biasa, yang belum pernah saya rasakan,” ungkap Sayuti.

Mesjid Jawa (Jawa Mosque) yang berada di pusat kota Bangkok ini adalah Mesjid yang didirikan oleh orang jawa yang telah menetap di Bangkok sejak 120 tahun yang lalu, lokasinya berada di Desa Sathon Provinsi Bangkok Thailand, masjid ini dihuni oleh keturunan-keturunan orang Jawa.

“Saking lamanya berdomisili di Thailand, sedikit dari mereka yang bisa berbahasa Jawa dan Bahasa Indonesia, bahkan dalam beberapa tahun ini dubes RI di Bangkok mengirim guru untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada mereka,” katanya.

Ada hal yang belum hilang dari mereka, adalah tata cara shalat teraweh yang sangat kental dengan adat jawa.

“Saya sudah dua kali diundang oleh seorang imam keturunan jawa yaitu Ustaz Ramsan bin Khamson untuk menjadi imam shalat teraweh dan salat Qiamul Lail,” sebut Sayuti.

Saat Ramadhan tahun lalu, mendapat jatah jadi imam Taraweh pada akhir Ramadhan.

“Alhamdulillah tahun ini saya diundang pada Ramadan ke-10, tarawih disini sama persis seperti di Indonesia pada umumnya yaitu 20 raka’at, yang dipandu oleh bilal dan kemudian dilanjutkan dengan witir, bacaan tasbih dan doa yang dibacakan, rasa-rasanya saya sedang berada di Jawa,”ceritanya.

Tetapi lanjutnya, ada juga hal tertentu yang membedakan, seperti disediakan kaca mata bagi jamaah yang ingin baca Al-quran, dan kursi bagi jamaah usia renta juga sudah tersedia pada setiap saf.

“Ada hal yang sangat berbeda di sini, setiap saf diisi dengan kursi untuk orang yang sudah tua, dan juga disediakan banyak kacamata dalam satu rak untuk mereka yang ingin membaca Al-quran,” ceritanya lagi. []

KOMENTAR FACEBOOK