Cerita Warga Aceh Berpuasa 20 Jam Lebih di Finlandia

Bustamam Abdul Taleb bersama isteri (Foto : Ist)

ACEHTREND.CO, Finlandia – Bagi warga muslim di Eropa Utara, bulan Ramadhan menjadi cobaan berat bagi mereka. Pasalnya, Ramadhan yang jatuh di pergantian musim panas ini mengharuskan warga setempat berpuasa selama 20 jam lebih setiap harinya.

Ini belum lagi dengan warga setempat yang terbiasa dengan melakukan aktivitas makan dan minum. Di sepanjang jalan, cafe-cafe menjadi sebuah tantangan bagi kaum muslim di sana dalam menjalankan ibadah puasa yang kadang kala sering menggoda iman.

Tak terkecuali cobaan berat ini juga dirasakan Bustamam Abdul Taleb, warga Aceh yang kini bermukim di Finlandia.

“Alhamdulillah tahun ini puasa di sini agak sedikit ringan. Bedanya satu jam saja karena tahun lalu puncaknya musim panas,” ujar Bustamam kepada aceHTrend melalui layanan Whatapps, Selasa (29/5/2018).

Pria asal Sawang, Aceh Utara yang kini bermukim di Kota Turku, sekitar 168 km dari kota Helsinki ini mengaku, jarak waktu antara Magrib dengan Subuh hanya berselang 3,5 jam. Artinya, warga muslim setempat harus berbuka puasa, shalat Isya dan Tarawih serta sahur dalam waktu berdekatan. Bahkan, ia juga mengatakan di negara bagian Swedia berbatasan langsung dengan Kutub Utara waktu berpuasa lebih lama lagi, yakni 22 jam lebih.

“Di sini Magribnya pukul 23:00, waktu Imsak pukul 01:45. Jadi begitu selesai kami berbuka puasa, kami langsung bergegas ke masjid yang berjarak sekitar 7 kilometer dari rumah untuk melaksanakan Tarawih dan Witir. Usai Tarawih kami kadang-kadang langsung Sahur di masjid mengingat waktunya sangat singkat sekali,” ujarnya lagi.

Sementara itu, ada dua pilihan bagi umat muslim di Finlandia untuk melaksanakan ibadah puasa. Ada sebagian warga yang memilih berpuasa mengikuti jadwal imsakiyah Turki ataupun Arab Saudi. Ada juga yang memilih berpuasa mengikuti jadwal imsakiyah komunitas muslim setempat, artinya harus berpuasa hampir seharian penuh.

“Itu belum lagi dengan aktivitas kerja yang harus menguras beban energi sehingga suasana di sini kian lelah dan haus. Itu belum lagi segala aktivitas warga disini yang benar-benar menggoda iman kita,” ujarnya lagi.

Bustamam Abdul Taleh merupakan satu dari belasan warga Aceh yang menetap di Finlandia sejak 2004 lalu dengan status pencari suaka. Namun pasca perjanjian damai MoU Helsinki, sebagian warga Aceh yang menetap di Finlandia maupun negera-negara lainnya untuk kembali dan menetap di kampung halamannya masing-masing.[]

KOMENTAR FACEBOOK