Mahasiswa Unsyiah Bekali Penjual Ikan Asin Aceh Besar Cara Menggunakan Asap Cair

ACEHTREND.CO, Banda Aceh -Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, mengadakan Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) berupa kegiatan demonstrasi penggunaan asap cair sebagai pengawet organik dan teknik pengemasan yang baik di Gampong Pulot Kecamatan Leupung Aceh Besar.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PKM-M Teknik Kimia Unsyiah yang diketuai oleh Nurhaliza dan empat anggotanya, Rozzana, Fauzi Ihsan (angkatan 2015) serta Muhammad Gian Fickron dan Muhammad Naufal Alya ( angkatan 2017).

Kegiatan ini dibiayai melalui dana Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang dibimbing oleh Dosen Teknik Kimia, Prof Ir. Sri Aprilia MT.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat Gampong Pulot yang rata-rata berprofesi sebagai penjual ikan asin agar lebih peduli dalam menjaga kebersihan dan kehigienisan makanan terutama pada ikan asin.

“Para pedagang berjualan di sepanjang jalan menuju pantai Lhok Seudu. Namun, dikarenakan ikan asin yang mereka jual dalam keadaan terbuka serta lokasi tempat berjualan mereka yang berada di pinggir jalan tempat berlalu lalangnya kendaraan sehingga debu-debu menempel dan lalat berdatangan menyebabkan ikan asin menjadi kurang hiegienis, ” kata Nurhaliza pada aceHTrend, Rabu (30/5/2018).

Menurut Nurhaliza, beberapa minggu lalu, mereka dari Tim PKM-M Unsyiah sudah pernah memberikan sosialisasi kepada masyarakat Gampong Pulot tentang penting dan bahayanya jika tidak menjaga kehieginisan makanan. Untuk itu, kemarin (28 Mei 2018) mereka kembali mempraktikkan secara langsung proses penggunaan asap cair kepada masyarakat penjual Ikan asin di Gampong Pulot.

“Alat dan Bahan yang harus kami sediakan berupa pisau, ember, baskom, sikat sedangkan untuk bahannya yaitu ikan segar, garam, air dan asap cair. Sebelum menambahkan larutan asap cair, terlebih dahulu kami beserta masyarakat membersihkan ikan segar, kemudian disikat darah ikan yang masih tertinggal dan dicuci sampai benar-benar bersih. Setelah itu ditambahkan ±150 ml asap cair ke dalam 1 liter air bersih, kemudian direndam dan ditambahkan garam secukupnya lalu dicuci kembali dan dikeringkan di bawah sinar matahari,” jelas Nurhaliza.

Selain penggunaan asap cair, mereka juga mengajarkan teknik pengemasan yang baik pada ikan asin, dimana ikan asin tersebut akan dikemas menggunakan alat hand sealer serta ditempelkan sticker yang berisi komposisi serta nama kelompok yang memproduksi ikan tersebut sehingga tampilan kemasannya akan lebih menarik.

Maka dari itu, dengan adanya penambahan asap cair dan pengemasan yang baik menggunakan alat hand sealer menjadikan ikan asin lebih tahan lama dan terhindar dari mikroorganisme penyebab penyakit seperti lalat dikarenakan cairan yang berasal dari uap hasil pembakaran kayu dan tempurung ini mengandung antibakteri.

“Target utama kami dalam program ini yaitu masyarakat Gampong Pulot yang berprofesi sebagai penjual ikan asin,” katanya.

Nurhaliza mengatakan, kegiatan demonstrasi yang telah dilaksanakan pihaknya berjalan dengan lancar, dimana masyarakatnya sendiri sangat antusias dengan program yang kami jalankan ini.

Mereka yang dulunya belum mengetahui apa itu asap cair, dengan adanya demonstrasi ini sekarang mereka bisa tahu bahkan dapat mempraktikkan langsung proses penggunaan asap cair tersebut.

Di samping itu, Tim PKM-M juga membagikan 4 unit hand sealer dan beberapa plastik kemasan juga sticker kepada masyarakat Gampong Pulot tersebut.

Sementara itu, Sinta, salah seorang masyarakat Gampong Pulot yang berprofesi sebagai penjual ikan asin mengaku sangat berterimakasih kepada Tim PKM-M Unsyiah.

“Semoga kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat seperti ini akan terus berlanjut dan saya juga berharap akan ada kegiatan-kegiatan berikutnya yang bermanfaat seperti ini, kami sangat berterimakasih kepada mahasiswa Unsyiah yang telah mengadakan program ini, jarang-jarang ada mahasiswa yang mau peduli dengan masyarakat seperti kami ini, ” harapnya. []

KOMENTAR FACEBOOK