Terminal di Nagan Raya Diterlantarkan, Pansus Dapil X: Ini Sangat Mengecewakan

Terminal Nagan Raya yang diterlantarkan (Foto: aceHTrend/FCS)

ACEHTREND.CO, Suka Makmue – Panitia Khusus (Pansus) DPRA Daerah Pemilihan (Dapil) X (sepuluh) mengaku sangat kecewa dengan kondisi terminal terpadu mobil penumpang di Gampong Ujong Fatihah Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.

Kekecewaan ini muncul setelah melihat lokasi yang dipenuhi rumput dan hampir sebagian besar bangunan yang diresmikan pada 2015 lalu rusak dan terbengkalai.

“Ini sangat mengecewakan kita, pembangunan yang dilakukan tidak pernah tepat sasaran, mungkin karena mereka pikir dana Otsus banyak maka bisa dibangun serampangan tanpa memperhatikan lokasi, apakah layak atau tidak,” ujar Dr. Hj. Mariati MR, M.Si salah seorang anggota Pansus dari Partai Aceh pada sejumlah wartawan yang ikut dalam rombongan Pansus.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Zaini Bakri, anggota Pansus dari partai PPP. Menurut Zaini Bakri, pihaknya akan memanggil dan meminta pihak – pihak yang terkait pembangunan terminal terpadu tersebut.

“Segera kita akan panggil semua pihak yang terkait dengan pembangunan terminal ini, kita akan tanya kenapa ini terbengkalai,” ujar Zaini Bakri.

Terminal Nagan Raya yang terbengkalai (Foto : aceHTrend/FCS)

Rencana sebelumnya, rombongan Pansus akan meninjau pembangunan kontruksi bangunan Mobil Barang (Mobar) pada lokasi terminal tersebut, namun di lapangan rombongan pansus DPRA Dapil X kelompok dua yang dipimpin oleh Mohd. Alfatah, S.Ag justru sangat terkejut dengan kondisi terminal yang seperti hutan belantara.

Pansus kelompok dua yang melakukan peninjauan terdiri dari Mohd Alfatah, S.Ag, Drs.H.Djasmi Has,MM, Dr.Hj.Mariati MT, M.Si, dan Zaini Bakri.

Sebagaimana diketahui, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) DPR Aceh tahun 2018 melakukan sidak ke sejumlah proyek yang ada di kawasan barat Aceh yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) 10. Peninjauan ini dilaksanakan sejak 28 Mei – 1 Juni 2018.

Pansus kali ini dilaksanakan serentak di seluruh Aceh dengan jumlah total 10 daerah pemilihan. Pansus ini sendiri dilakukan untuk menyikapi terhadap laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI terkait sejumlah proyek tahun 2017 di Aceh.[]

KOMENTAR FACEBOOK