Kerap Diisukan PDIP-PKI, Karimun Usman : 85 Persen Pemilih PDIP Itu Muslim

Karimun Usman (Foto: aceHTrend/irwan)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aceh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Karimun Usman, membantah tudingan yang menyebutkan jika partainya identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang telah dilarang oleh pemerintah Indonesia dengan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966.

Menurut Karimun, tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar dan dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin menjatuhkan citra PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2014 di tingkat nasional.

“Maka disebutlah PDI-PKI, PDI- anti muslim. Padahal pemilih PDIP itu 85 persennya adalah muslim termasuk kita di Aceh yang 90 persen lebih penduduknya adalah muslim,” ujar Karimun pada aceHTrend, Kamis (31/5/2018).

Karimun mengatakan, PDIP sama sekali bukan partai yang identik dengan PKI dan anti muslim. Dia mencontohkan, saat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menjabat sebagai presiden yang jadi wakilnya adalah Ketua Umum PPP, Hamzah Haz, salah satu partai Islam di Indonesia. Kemudian, saat Megawati kembali mencalonkan diri sebagai presiden, wakilnya adalah Ketua PBNU, Kyai Hasyim Muzadi.

“Itu semua menunjukkan bahwa PDIP tidak seperti yang dicitrakan. Ini hanya penyakit yang selalu muncul setiap lima tahunan,” imbuhnya.

Sebab, katanya, saat Pemilu 1999 yang dimenangkan PDIP 36 persen atas Golkar (sekarang Partai Golkar) maka yang terjadi saat itu di papan-papan dan di pohon-pohon terlihat, Karimun Usman sekuler, calon Anggota DPR RI dari PDIP, Ir Jonson Pangabean (ayah dari Asisten Gubernur Irwandi Yusuf, Nico) disebut Kristen, Megawati disebut Hindu.

Hal serupa juga terjadi saat Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden. Ketika Jokowi di Solo, tidak ada penyebutan Jokowi PKI, yang ada dia hanya pengusaha kayu. Begitupun saat Jokowi mencalonkan diri sebagai gubernur di Jakarta juga tidak ada cerita PKI.

“Tapi begitu Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden, muncullah isu anak Cina dari Singapur lah, anak PKI lah, non muslim lah, padahal dia di Bener Meriah pada tahun 1986-1988, Jokowi sangat banyak berkontribusi dalam membangun rumah ibadah (mushalla) dan juga menjadi imam shalat magrib di sana. Dia juga membantu pembangunan masjid di sana. Jadi tidak benar PDIP anti muslim dan PKI,” tegas Karimun.[]

KOMENTAR FACEBOOK