Shalat Tarawih 20 Rakaat & Lampu Warna-warni di Mesir

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Ada berbagai cara dilakukan umat muslim di belahan dunia dalam rangka menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadhan.

Seperti yang dilakukan umat muslim di Kairo, Mesir, masyarakat di sini punya cara sendiri untuk memuliakan bulan Ramadhan.

Selain meningkatkan ibadah pada bulan suci Ramadhan mereka juga menyambut bulan penuh berkah ini dengan memasang fanush atau lampu hiasan.

Lampu ini hanya ada pada bulan Ramadhan yang memiliki banyak variasi bentuk dan berwarna-warni. Lampu hiasan tersebut melambangkan antusiasme masyarakat Mesir dalam menyambut bulan suci Ramadhan, digantungkan di toko atau di rumah.

“Masyarakat di sini menyemarakkan bulan Ramadhan dengan memasang lampu kelap-kelip warna-warni di depan rumah masih-masing,” kata Hendri Julian kepada aceTRend melalui pesan WhatsApp, Jumat (01/6/2018).

Menurut mahasiswa magister di Institute Of Arabic Research and Studies Cairo, bulan Ramadhan merupakan suasana yang paling ditunggu-tunggu umat muslim di sana baik oleh orang asing maupun penduduk lokal di Mesir.

“Ramadhan di sini lebih meriah dari hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Saya sendiri tinggal di Husen Darrasah tepat di belakang Mesjid dan kampus Al-Azhar Kairo,” tambah Hendri.

Menariknya lagi, kata dia, masyarakat Kairo pada bulan Ramadhan berlomba-lomba menyediakan maidaturrahman atau hidangan untuk orang berbuka puasa.

Hidangan ini terdiri dari nasi minyak, ‘isys (roti mesir), kuah kentang dan ayam atau daging. Semua tempat berbuka menyediakan menu yang sama.

Hidangan ini disediakan di pinggir jalan maupun di mesjid, bagi mahasiswa Indonesia khususnya Aceh, ini merupakan momentum paling dinantikan. Karena di samping hidangan yang enak juga menghemat pengeluaran selama di sana.

“Pada bulan Ramadhan para dermawan juga berlomba-lomba memberikan musa’adah atau bantuan berupa uang kepada mahasiswa, musa’adah ini diberikan di depan tokonya atau di mesjid-mesjid,” tutur Hendri Julian.

Lama waktu berpuasa di Mesir mencapai 15 Jam, sahur yang dimulai pada pukul 2.30 clt dan berbuka pukul 18.30 Clt.

Hampir semua mesjid besar di Mesir seperti Mesjid al-Azhar, Mesjid Husen, Mesjid amr Bin Ash melaksanakan shalat tarawih 20 rakaat dengan bacaan 1 juz permalamnya. Biasanya imamnya pilihan dengan bacaan Qiraat Asyarah.

Satu hal lagi tambah Hendri pengalaman yang didapatkan di Mesir adalah anak-anak yang bertugas memberi minum jamaah selama proses tarawih berlangsung.

“Jadi anak-anak tidak membuat keributan karena telah diberi tugas, seakan mereka dihargai dengan telah berkonstribusi selama proses ibadah berlangsung,” ungkapnya.

Berpuasa di Mesir sedikit panas karena suhu bisa mencapai 40 derajat bahkan lebih, namun demikian tidak menyurutkan semangat berpuasa mahasiswa Aceh disana.

“Tapi tetap indah suasana di sini. Masyarakatnya memang sangat baik selama Ramadhan untuk mahasiswa asing. Apalagi untuk pelajar al-Azhar,” tutup Hendri Julian.[]

Foto Hendra Julian

KOMENTAR FACEBOOK