Garam Tradisional dan Penopang Ekonomi Ibu-ibu Pinggir Laut Manggeng Abdya

Petani garam di pesisir pantai Manggeng (Foto: aceHTrend/Masrian)

ACEHTREND.CO, Blangpidie – Di tengah maraknya produk garam impor yang masuk dalam negeri, kaum ibu – ibu yang tinggal di pesisir pantai laut Manggeng, Gampong Teupin Suak Udeng, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tetap optimis dan terus mengembangkan produksi garam yang diolah dengan cara tradisional.

Mereka beranggapan, garam yang menjadi bahan kebutuhan dapur rumah tangga tersebut masih ramai diminati, walau pun tingakt peminatnya lebih rendah dari garam yang diekspor dari luar daerah. Sebab, cara pembuatanya pun hanya bermodalkan pondok seala kadar serta tungku dan wajan yang jadi bahan pengolahan air laut untuk dijadikan garam.

Rasian (45), salah seorang pekerja pengolahan garam tradisional di pesisir laut Manggeng, Minggu (3/6/2018) kepada media ini menjelaskan tentang cara pembuatan garam tradisional yang diolah dengan menggunakan alat sealakadarnya.”Kami hanya memakai alat – alat tradisional seperti tengku dan wajan, walaupun hanya bermodal alat sedemikian rupa, tetapi bisa juga mengahasilkan garam untuk bisa diperjual belikan,” kata Rasian.

Tengku pembuatan garam tradisional di Pesisir laut Manggeng, Abdya (Foto: Masrian)

Ia menyebutkan, semakin banyak air laut yang mereka olah, semakin banyak pula uang yang bisa dibawa pulang ke rumah untuk kebutuhan keluarga.

“Cuma ini tempat bagi kami mengais rizki sehari – sehari, walaupun lelah tapi kami tidak pernah menyerah demi memenuhi kebutuhan keluarga. Dan Alhamdulillah dengan rahmat Allah yang telah membuat alam yang begitu luas, sungguh masih banyak tempat untuk kita mencari rizki, hanya tinggal bagaimana kita untuk memanfaatkan peluangnya,” jelasnya.

Rasian berharap, semoga Pemda Abdya memiliki program khusus tentang pemberdayaan pembuatan garam tradisional di pesisir laut Manggeng, agar kedepannya dapat dikembangkan menjadi pembuatan garam secara modern.

“Kita juga berharap agar ada bantuan berupa alat yang lebih bagus agar proses pengolahan garam tradisional semakin banyak peminatnya, karena tidak tertutup kemungkinan ini salah satu peluang untuk kita memperkenalkan produk Abdya ke masyarakat luar,” cetus Rasian.[]

KOMENTAR FACEBOOK