BMK Kutuk Pelaku Perusakan Fasilitas Destinasi Wisata Bundaran MI Tapaktuan

ACEHTREND.CO, Tapaktuan – Barisan Muda Kota (BMK) Kabupaten Aceh Selatan mengutuk aksi perusakan fasilitas destinasi wisata Bundaran Mesjid Istiqamah (MI) Tapaktuan yang menyebabkan beberapa dekorasi ditempat tersebut terobrak abrik.

Aksi perusakan tersebut juga dinilai telah merugikan negara mengingat status Bundaran MI merupakan aset daerah yang harus dijaga dan dirawat dengan cara bersama-sama.

“Itu perilaku anarkis dan kurang  etika yang dilakukan oleh okmum perusak desnitasi wisata yang seharusnya dijaga dengan baik demi kepentingan bersama,” ungkap Ketua BMK Aceh Selatan Mulya Rizki Nanda kepada aceHTrend, Senin (4/6/2018).

Mulya menyebutkan, untuk menjadi destinasi wisata, kondisi Sapta Pesona harus terwujud di Aceh Selatan. Maka setiap aksi yang melanggar tujuh prinsip Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan) harus diberikan sanksi moral teehadap pelaku.

“Merusak aset daerah, fasilitas umum itu perbuatan pidana,” sebut Mulya.

Oleh karena itu lanjutanya, sebagi putra Aceh Selatan BMK berharap pelaku perusakan di sekitaran Bundaran MI dimintai pertanggung jawaban hukum.

“Untuk memberi efek jera terhadap pelaku, kami berharap Pemkab dan Pihak Kepolisian Aceh Selatan mengusut pelakunya untuk dimintai pertanggung jawaban,” papar Rizki.

Atas aksi perusakan itu, katanya, beberapa pipa air mancur di bundaran MI dipecahkan dan pepohonan yang berada disekitar tugu pahlawan Kota Tapaktuan juga ikut dipatahkan, termasuk pinggiran lantai tugu pahlawan juga ikut dirusak oleh pelaku.

“Selain itu, pintu gerbang selamat datang di destinasi wisata taman pala juga ikut dirusak. Sungguh ini merupakan perbuatan tidak terpuji. Maka kita berharap kepada masyarakat Aceh Selatan untuk mengontrol dan ikut bekerja sama dalam menjaga dan melestarikan destinasi wisata di Aceh Selatan secara bersama-sama,” pinta Mulya.[]

KOMENTAR FACEBOOK