Polisi Bekuk Pencoleng Emas 550 Mayam Milik PNS Aceh Besar

Kapolresta Banda Aceh bersama Kasatreskrimnya memperlihatkan barang bukti emas bersama para penyidik polisi lainnya. (Foto: aceHTrend/Taufan)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh-Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh bersama tim gabungan Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh membekuk dua pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) milik Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Aceh Besar senilai Rp 3 miliar. Kedua pencoleng ini berhasil dibekuk di Medan pada Jumat (1/6/2018) kemarin.

Kedua tersangka adalah SH (29), warga Jalan Ringroad, Lorong Dahlia, Kecamatan Medan Selayang, Deli Serdang, Sumatera Utara dan MW (33), warga Desa Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara.

“Kami menangkap keduanya setelah diketahui positif membobol dan mencuri di rumah milik seorang PNS bernama Erni Mahdalena (35), warga Gampong Paseu Beutong, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, pada Kamis (13/5/2018) pekan lalu pukul 12.00 WIB. Korban mengalami kerugian mencapai Rp 3 miliar,” kata Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto, saat ditemui aceHTrend.co di kantornya, Jumat (8/6/2018).

Menurut Kapolresta, sebelum para tersangka melakukan penjarahan di rumah milik Erni Mahdalena, mereka terlebih dahulu memantau situasi rumah yang sedang kosong ditinggal Erni dan keluarga.

Saat melakukan aksinya, keduanya berhasil membawa kabur brankas berisi emas 550 mayam, satu buah gelang berlian, dua buah gelang emas berbentuk pintu Aceh, dua buah bros emas 90 karat berbentuk Pintu Aceh, satu buah Gelang Dubai, satu buah bros berbentuk Pintu Aceh dan Padi, sertifikat tanah dan lainnya.

“Brankas yang dibawa kabur ditemukan pihaknya di aliran sungai di kawasan Jembatan Lamteh, emas-emas dan barang berharga di dalam brangkas sudah diambil, hanya tinggal surat-surat saja saat kita temukan, hasil penjualan emas, sebagiannya sudah dibelikan motor,” ungkap Trisno.

Trisno menambahkan, tersanka merangkak naik ke rumah korban dengan cara memanjat pagar dari belakang rumah, kemudian membuka pintu belakang dan masuk ke kamar.

“Karena brangkas ada di dalam kamar, brankas ini kemudian dibawa kabur menggunakan becak. Di luar baru dicongkel dan hasilnya di bagi-bagi” kata dia.

Keterangan sementara, sebut Trisno, antara kedua tersangka dan korban tidak ada keterkaitan apapun. “Belum ada indikasi hubungan keluarga, kita belum tahu terhadap pelaku yang satu lagi,”katanya. []

KOMENTAR FACEBOOK