Soal Bendera, Safar Sebut Nama Amrizal J Prang dan Gubernur Aceh

Anggota YARA berpoto usai kibarkan bendera bulan bintang berdampingan dengan Merah Putih (Sumber Foto: Ist)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Safaruddin SH, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyebut nama Amrizal J Prang sebagai alasan dirinya mengibarkan bendera Bintang Bulan, Minggu (10/6). Safar juga menyebut untuk juga menangkap Gubernur jika menjalankan Qanun No 3/2013.

Menurut Safar YARA, dalam interogasi di bagian Intel Polda Aceh ia menyampaikan bahwa apa yang yang dilakukan adalah bukan hal yang terlarang, karena Qanun No 3 tahun 2013 sampai dengan saat ini masih sah dan norma hukumnya belum ada yang berubah dan dicabut.

“Saya berpedoman pada apa yang disampaikan oleh Kepala Biro Hukum Pemerintah Aceh, Dr Amrizal J Prang beberapa hari lalu di media masa bahwa dalam hal norma tertentu, apalagi norma pelaksana, (jika) tidak diatur dalam regulasi yang lebih tinggi, maka qanun berfungsi sebagai peraturan pelaksana yang harus tetap dipatuhi, sebelum qanun itu dibatalkan,” sebut Safar kepada aceHTrend usai berbuka puasa di rumahnya.

Safar kembali menegaskan bahwa yang di sampaikan oleh Kepala Biro Hukum dalam mendukung Gubernur dalam melaksanakan Qanun  No 6 tahun 2016, walaupun norma yang dipakai itu bertentangan dengan UU No 7 tahun 2017 dan UU No 11 tahun 2006, tetapi tetap bisa dijalankan sejauh qanun tersebut belum dicabut, demikian juga dengan Qanun No 3 tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, walaupun ada normanya yang bertentangan dengan PP 77 tahun 2007, tetapi qanun tersebut masih bisa di jalankan karena belum dicabut.

“Jadi bagi saya tidak ada masalah jika masyarakat Aceh ingin mengibarkan bendera Bulan Bintang tersebut, kecuali qanunnya sudah dicabut, kalau menjalankan Qanun No 3/2013 bisa ditangkap karena qanunnya bertentangan dengan PP 77/2007, maka tangkap juga gubernur karena menjalankan Qanun 6/2016 yang bertentangan dengan UU 7/2017 dan UU 11/2006,” tegas Safar.

KOMENTAR FACEBOOK