Love Story Sang Propagandis Goebbels

SIAPA yang tidak kenal Paul Joseph Goebblels. Dialah sosok yang disebut indatunya propaganda modern. Dari 10 prinsip propagandanya, saya tertarik dengan dua hal, propaganda harus bisa mempengaruhi kebijakan dan tindakan pihak lawan, dan propaganda haruslah dilirik dan membangkitkan minat audien, dan karena itu mesti mendayagunakan media agar tersebar. Untuk bisa terjadi, perlu memiliki akses ke informasi inteligen. Jika ada pihak media yang bersikap hati-hati dalam menyebarkan informasi, ya karena belajar dari kebiasaan propagandis pengikut Goebbels.

Kita tinggalkan taktik propagandis, saya ingin menyentuh sisi romantisnya Goebbels meski ia diklaim sebagai propagandis jahat. Gambaran kejahatannya, salah satunya digambarkan lewat skenario mengakhiri hidup sekeluarga paska bunuh diri Hitler. Ia disebut meminta dokter untuk membius semua anaknya lalu lalu memberi mereka pil sianida yang menyebabkan semua berakhir mati. Dia, dan istrinya Magda mengakhiri hidup dengan menyuruh regu tembak SS untuk membunuhnya saat berada di taman.

Bagi musuhnya, peristiwa 1 Mei 1945 itu disebut sebagai bentuk kejahatan. Tapi, apa yang dipikirkan Goebbels? Mungkin saja itu adalah wujud akhir dari keduanya bahwa mereka memang saling cinta, dan ingin terus mencintai sekalipun dalam kematian.

Goebbels adalah pendukung utama Hitler, dan dengan bekal cinta ia mengawini janda cantik, tinggi dan berambut pirang beranak satu Johanna Maria Magdalena “Magda” Goebbels, yang kemudian memberinya enam anak. Goebbels dan Magda digambarkan oleh rezim Nazi sebagai keluarga Arya yang “ideal”.

Kecintaan Goebblels kepada Magda digambarkan pada sifat cemburunya. Bagi Goebbels, Magda adalah ibu sekaligus kekasih. Memang keduanya memiliki kisah gelap, Goebbels pernah jatuh hati lagi kepada artis bernama Lida Baarova, sedang Magda juga melakukan hal yang sama sebagai wujud balas dendam, ia berselingkuh dengan Karl Hanke, yang tak lain adalah wakil Goebbels. Magda bahkan pernah merasa tidak ingin tahu pada apa yang dilakukan suaminya di luar sejauh perempuan lain yang mengencani suaminya tidak memberinya anak.

>Dia dan istrinya, Magda, memiliki enam anak bersama dan, meskipun banyak suka dan duka dalam hubungan mereka, tetap bersama sampai akhir. By [Lassie Smith](https://m.ranker.com/list/hitler-and-the-goebbels-children/melissa-sartore)

Teknik jitu propagandanya yang terkenal diberi nama argentum ad nausem atau lebih dikenal sebagai teknik big lie (kebohongan besar). Teknik ini berkerja menyebarluaskan berita bohong melalui media massa sebanyak mungkin dan sesering mungkin hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran.

Kini, karena tidak mudah lagi menguasai media, maka pola propaganda sedikit dimodifikasi, dengan menggunakan media yang menim, sebuah berita disebarkan, dan kemudian setelah amarah publik muncul, sang tokoh propagandis tampil seakan berpihak dan melindungi lawan. Ini seperti teknik interogasi, ada sosok jahat yang menggertak, mengancam, lalu muncul sosok baik yang seakan melindungi, dan lalu mendapatkan semua yang ingin didapatkan.

Risman A Rachman
CEO aceHTrend

KOMENTAR FACEBOOK