Badai Berlalu, Ribuan Wisatawan Serbu Pelabuhan Balohan Sabang

ACEHTREND.CO, Sabang – Hujan disertai badai yang melanda Pulau Weh sejak Minggu sampai Senin (18/6/2018) mulai reda pada Selasa pagi. Pelayaran Sabang ke Banda Aceh dan sebaliknya kembali dibuka. Ribuan wisatawan dari dan ke Sabang menyerbu pelabuhan.

Selasa pagi di Pelabuhan Balohan Sabang tersedia lima kapal penyeberangan. Dua kapal roro (kapal besar dan lambat), dan tigakapal express, yaitu KMP Tanjung Burang, KMP Papuyu, Express Bahari 8 F, Express Bahari 2 B, dan Express Cantika.

Para penumpang sudah mengantri pada loket penjualan tiket sejak pukul 5.30 pagi. Sementara calon penumpang lainnya terus berdatangan menuju dermaga.

Kapal express pertama berangkat dari Balohan pukul 7.00 disusul pukul 8.00 dan 9.00.

“Untuk jadwal siang dan sore hari kita lihat cuaca dulu. Kalau cuaca bagus dan direkomendasi oleh Syahbandar akan diberangkatkan,” kata Jesa, petugas ticketing kapal express kepada aceHTrend di Pelabuhan Balohan, Selasa.

Pemandangan yang sama, bahkan lebih padat, juga terlihat di Pelabuhan Ulee Lheu. Mobil-mobil wisatawan bernopol luar Aceh dititipkan di area parkir pelabuhan. Sementara pemiliknya naik kapal cepat atau kapal lambat. Sesampai di Sabang mereka menyewa mobil lain untuk keliling Pulau Weh yang dikenal indah dan alami.

Dalam dua tahun terakhir, Sabang telah menjadi destinasi idola wisatawan nusantara. Pemko Sabang bersama Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) memoles, menyediakan berbagai fasilitas dan mempromosikan Sabang ke publik dunia dan nusantara.

Akhir-akhir ini BPKS bahkan rutin menggelar even-even bertaraf internasional, seperti Sabang Sail 2017, Sabang Marine Festival 2018, dan mendatangkan kapal-kapal pesiar asing.

Dalam waktu dekat, pada Agustus 2018, BPKS bersama Pemda Aceh akan mengadakan Aceh International Marathon yang dipusatkan di Sabang dengan peserta dari berbagai negara.

Para wisatawan rata-rata mengaku puas telah datang ke Sabang.

“Sabang betul-betul indah, alami, dan nyaman. Nggak rugi kami menitipkan mobil di Pelabuhan Ulee Lheu untuk kemudian mengantri tiket kapal ke Sabang,” kata Wagino (55) yang berlibur dari Medan bersama keluarga ke Sabang. []

KOMENTAR FACEBOOK