Nisa Sabyan Datang, Bergek Dilupakan

ACEHTREND.CO, Bireuen- Keharuman nama Zuhdi alias Bergek yang dikenal dengan lagu-lagunya yang full meniru irama lagu dari Hindustan dan dipadukan dengan lirik serampangan namun kocak serta bahasa yang bercampur aduk, kini mulai pudar. Munculnya Nisa Sabyan dengan lantunan selawat nan merdu adalah penyebabnya.

Biasanya, dalam beberapa tahun terakhir suara Bergek menghentak keramaian serta diputar nyaring melalui telepon seluler para remaja, dengan video kocaknya serta dendang khas Hindustan yang akrab di indera dengar warga Aceh, membuat Bergek kian digandrungi.

Tapi, kini telah berbeda. Sepanjang Ramadhan hingga Idulfitri kali ini, suara emas nan empuk Khairunnisa alias Nisa Sabyan, telah mengisi ruang dengar publik, khususnya di Bireuen. Di mana-mana lantunan selawat dan lagu bernuansa Islami dari dara kelahiran Lumajang, 23 Mei 1999 itu bergema lembut, meneduhkan.

“Suaranya empuk, enak didengar, bahkan videonya sangat nyaman dinonton bersama keluarga, tidak norak dan islami,” ujar Novianti, warga Bireuen, Selasa (19/6/2018)

Hal yang sama juga disampaikan oleh Zulfadli, remaja berusia 19 tahun itu mengakui bahwa ketimbang Bergek lagu -lagu cover yang dinyanyikan Nisa berisi dakwah, bukan lagu tentang sesuatu yang tidak berguna.

“Mungkin tiap orang ada zamannya, ada eranya ya. Bergek pernah ada dan memberikan hiburan. Kehadiran Nisa Sabyan juga demikian, untuk menghibur, tapi ada keuntungan plus yaitu lagu religi plus selawat. Sehingga nyaman bagi siapapun,” ujar Zulfadli.

Nisa yang merupakan alumnus SMK jurusan Otomotif dan Elektronik merupakan vokalis pada grub nasyid gambus Sabyan, dia dan teman-temannya awalnya mengisi acara wedding party, dengan lagu-lagu cover yang bernuansa islami.

Tahun 2017 mereka mulai pengupload ke YouTube. Ternyata kehadiran mereka di jagad online disambut baik oleh netizen hingga ke Aceh. Hal ini didukung oleh tampilan Nisa yang juga meneduhkan, suaranya yang empuk dan lagu yang dinyanyikan bernuansa dakwah menuju perbaikan sikap serta selawat kepada nabi.

Melalui lagu Ya Habibal Qalbi, Ya Maulana, Deen Assalam, Rahman ya Rahman, Ya Asyiqal Mustafa, dan lainnya, Nisa Sabyan berhasil mengalihkan perhatian publik Indonesia tak terkecuali Bireuen. Sehingga beramai-ramai publik beralih dari lagu-lagu penuh nuansa syahwat dan pemujaan terhadap dunia, beralih ke tembang religi yang humanis, teduh dan tentunya kekinian.

“Anak-anak saya awalnya menyukai lagu Bergek, tapi setelah kemunculan Nisa Sabyan, mereka pun beralih. Kami pun mulai berburu kaset bajakannya di penjual kaset Compact disk,” ujar Khadijah (45) yang mengaku sangat nyaman saat mendengar suara Nisa mengalun di dalam rumahnya. []

Foto: internet.

KOMENTAR FACEBOOK