Mengapa Ustaz Abdul Somad Selalu Tampil Berani?

Ustad Abdul Somad. Foto: Ist.

*Tausiah Kebangsaan UAS di Tugu Darussalam, mulai pukul 08.00 – 11.00 WIB

Ustaz Abdul Somad (UAS) selain dikenal sosok sederhana meski berilmu juga dikenal sebagai ustaz pemberani tapi bukan pemberang. Saking beraninya, UAS sempat diposisikan sebagai ustaz provokator oleh pihak yang tidak menyukai UAS ikut ambil bagian dalam tarung politik di Pilkada. Dengan cap provokator, UAS dilarang masuk ke Sumatera Utara.

Namun, UAS tidak ambil pusing. Malah. Dengan enteng mengatakan jika dirinya ke Sumut bukanlah bertandang melainkan pulang kampung. “…yang bertandang jangan ke Sumut,” katanya seperti menyindir salah seorang calon sambil memperlihatkan KTP-nya yang ternyata Abdul Somad Batubara kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumut di Tablik Akbar Sumut, Jumat (22/6).

Masih ingat saat UAS dipaksa untuk berikrar kebangsaan di Rumah Kebangsaan saat diundang ke Bali tahun 2017? UAS menolak hadir. “Saya menolak karena, saya bukan pemberontak, dan yang menolak hanya sekelompok preman, bukan rakyat Bali.” Meski kemudian UAS melakukan ikrar itu semata karena dirinya memang mencintai negeri ini dan menghormati umat yang sudah mengundangnya.

Siapakah UAS yang begitu berani di atas mimbar dan juga dikehidupan nyata?

Dari berbagai sumber, tercatat bahwa lulusan Al-Azhar, Mesir dan Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko ini cicit dari ulama besar Sumut Syaikh Abdurrahman. Untuk diketahui, Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alam, Sultan Kerajaan Melayu Deli meminta fatwa soal pendirian Masjid Raya kepada Syaikh Abdurrahman ini. Jadi, lokasi Masjid Raya Medan saat ini merupakan hasil dari saran Syaikh Abdurrahman.

Dengan basis pendidikannya yang tinggi plus kemampuan komunikasi yang merakyat membuat kajian-kajiannya yang meskipun tajam tetap cerdas, lugas dan menarik dan disukai oleh banyak kalangan karena juga mudah dicerna.

Lebih dari itu, ulasan topiknya yang luas semakin membuat berbagai kalangan mengundang dan bahkan berusaha menghadirkannya, termasuk dari kalangan TNI. Dan, kemampuannya menyentuh kasus-kasus terkini semakin memviralkan semua ceramahnya. Akhirnya, kemanapun UAS pergi, kamera HP menyorotinya dan orang-orang berlomba membagikannya melalui media sosial.

Luasnya dukungan umat inilah yang semakin membuat UAS memiliki keberanian karena apa yang disampaikannya menjadi kebutuhan umat untuk mengetahuinya pula.

Jadi, bisa dipahami meski tidak masuk dalam daftar 200 mubalig yang direkomendasikan untuk mengisi kegiatan keagamaan oleh Kementerian Agama, UAS menanggapinya dengan humor satir, begini katanya: “Sebab, Kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat, karena saya penuh sampai April 2020.” 

Meski satir, UAS benar adanya dan salah satu agenda UAS yaitu mengisi ceramah di Silaturahmi Keluarga Besar Unsyiah, 3 Juli 2018. Pada acara yang bakal dihadiri oleh 35 ribu massa ini UAS akan menyampaikan Tausiah Kebangsaan.Menurut Ketua IKA Unsyiah, Sulaiman Abda, Ustaz Abdul Somad diundang karena kerinduan alumni dan masyarakat di Aceh untuk bertemu kembali UAS.

“Saya kerap mendapat ungkapan rindu para alumni Unsyiah dan anggota masyarakat lainnya juga, mereka rindu mendengar kembali tausiah UAS, dan karena itu kami mengundang beliau, dan syukur alhamdulillah, untuk Aceh Ustaz yang sangat dekat dengan umat itu selalu bersedia untuk datang, ” kata Sulaiman Abda.

Tausiah di Tugu Darussalam pada Selasa, 3 Juli 2018 itu merupakan puncak acara silaturahmi atau halalbihalal IKA Unsyiah yang dilaksanakan masih dalam suasana Idulfitri 1439 Hijriah. Tema yang diusung dalam acara ini adalah Melalui Silaturahmi Kita Tingkatkan Ukhuwah Kebangsaan.

Ketua Panitia Silaturahmi IKA Unsyiah Tahun 2018, Dr Gaussyah, MH, mengingatkan bahwa acara di lapangan terbuka itu dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

“Yang ingin hadir kami harapkan datang lebih awal dan semuanya harus mematuhi pengaturan parkir kendaraan yang lokasinya ditentukan oleh panitia,” ujarnya. []

KOMENTAR FACEBOOK