EDITORIAL: Orang Lingkar Pemimpin

Kita berharap Irwandi Yusuf tidak ditahan usai menjalani pemeriksaan di markas KPK. Jika ditahan karena ditetapkan sebagai tersangka maka otomatis Plt Gubernur akan diberikan kepada Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Jika pun itu terjadi, maka perlu kita ingatkan sedini mungkin agar tidak sembarangan memilih orang lingkar. Kita tidak ingin keberadaan orang lingkar hanya pandai memuji, apalagi membela dengan cara menjatuhkan pihak lain.

Orang lingkar wajib berani mengingatkan pemimpin yang dijaganya dari perilaku yang berpotensi menyeretnya ke tindakan salah. Dengan kata lain, orang lingkar harus berani mencegah pemimpin terjerumus dalam tindakan yang berpotensi salah.

Untuk itu, kriteria orang lingkar haruslah yang paham politik, paham hukum dan aturan, serta paham agama dan budaya. Jangan sekali-kali mengambil apalagi memelihara orang lingkar yang senang memuji, apalagi senang menyodorkan kesenangan sesaat kepada pemimpin yang dikawalnya.

Orang lingkar tidak perlu takut untuk mengingatkan, apalagi yang diingatkan adalah kebenaran. Jikapun karena peringatan itu dipecat, atau disingkirkan maka pilihlah untuk mengakhiri tugas sebagai orang lingkar.

Harus diingat, posisi pemimpin yang dijaga adalah sosok yang mudah didatangi beragam godaan, dan dua godaan yang kerap potensial menjatuhkan pemimpin adalah soal harta dan kesenangan sesaat.

Pemimpin perlu diingatkan, bila perlu segera dijauhkan manakala terlihat tanda-tanda yang tidak beres berkaitan dengan pandangan mata. Jangan pula ditambahi bumbu betapa cantiknya si dia bagai bidadari syurga.

Begitu juga dengan harta, wajib diingatkan agar segera menghindari orang-orang yang datang dengan uangnya. Harus berani diingatkan bahwa harta yang paling berharga adalah anak bini di rumah dan rakyat yang sudah memberi kepercayaan.

Katakan dengan tegas, jika Aceh maju dan jaya (Aceh Hebat) maka semua orang akan kaya raya, dan untuk itulah pemimpin dihadirkan, bukan untuk menumpuk harta dan melepas kesenangan.

Sekali lagi, kita harapkan Irwandi Yusuf diperiksa sebatas saksi sehingga tidak harus ditetapkan sebagai tersangka. Jika Irwandi kembali lagi ke Aceh untuk memimpin Aceh maka peringatan terhadap orang lingkar ini masih tetap berlaku.

Kita tentu tidak bisa menghindar dari hasrat untuk kaya dan senang, namun mari kita capai keduanya dengan baik dan tiada tindakan yang dapat berakhir malapetaka. Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, mari kita wujudkan Aceh Hebat untuk rakyat. Mari!

Ditulis oleh Muhajir Juli, Pemimpin Redaksi.

KOMENTAR FACEBOOK