Aceh Termiskin, Bupati Abdya : Semua Pemimpin Aceh Terancam Masuk Neraka

Bupati Akmal Ibrahim dan Wakilnya Muslizar MT (Foto : Fb Akmal Ibrahim)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim mengatakan, Aceh dapat rangking termiskin di Pulau Sumatera merupakan sebuah ironi tragis. Sebab, Aceh adalah satu-satunya provinsi yang mendapat kucuran dana otonomi khusus di Sumatera, dan juga satu-satunya daerah yang berasaskan syariat Islam.

“Ada 23 ayat Alquran yang mengingatkan tentang kemiskinan dengan berbagai ancaman yang sangat keras-keras. Kalau data (kemiskinan) ini benar, secara syariat, semua pemimpin Aceh, termasuk saya, terancam akan masuk neraka,” tulis Bupati Abdya di Facebooknya Akmal Ibrahim, Selasa (17/7/2018). AceHTrend sudah mengonfirmasi langsung atas kebenaran status tersebut kepada kepala daerah yang dijuluki negeri sigupai itu.

Untuk itu, Akmal mengajak semua aktivis dan ekonom menganalisis APBA dalam 10 tahun terakhir agar diketahui kemana saja uang Aceh dibawa, berapa anggaran gaji dan operasional pemerintah, dan berapa anggaran yang mendukung sektor produksi rakyat.

“Bila anggaran dirancang tidak sesuai dengan sektor produksi dan infrastruktur, maka bicara demi rakyat, untuk kesejahteraan rakyat, bahkan untuk mengurangi kemiskinan, adalah boong-boongan yang sudah dibuktikan oleh waktu,” tulisnya lagi.

Dia menyarankan agar para aktivis membentuk satu aliansi yang khusus membedah APBA 10 tahun tarakhir, dan rancangan program perencanaan yang berpihak pada sektor produksi rakyat.

“Bila kita membiarkan ini (kemiskinan), aktivis dan ekonom juga akan masuk neraka karena membiarkan Aceh jadi keledai yang jatuh di lubang yg sama, yaitu lubang kemiskinan, ” tambah Akmal.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Senin (16/7/2018), telah merilis jumlah penduduk miskin di Aceh, bahwa pada Maret 2018 mengalami peningkatan mencapai 10 persen bila dibandingkan dengan September 2017, dan menempatkan Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera. []

Wartawan : Irwan Saputra

KOMENTAR FACEBOOK