Belasan Nisan di Kerkhof Peucut Banda Aceh Rusak

Kondisi nisan yang rusak. @Taufan Mustafa/aceHTrend.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Belasan nisan di Kerkhof Peucut Banda Aceh yang terletak di belakang Museum Tsunami Aceh sejak sepekan lalu terlihat rusak. Nisan-nisan berbentuk salip itu yang biasanya tegak berdiri itu kini tampak patah.

Petugas kebersihan Kerkhof Peucut Banda Aceh, Nur, mengaku tidak tahu perihal rusaknya nisan-nisan itu. Ia juga tidak mengetahui kapan kejadiannya.

“Nggak tahu, karena nggak nampak. Enggak tahu malam atau siang (kejadiannya) dan sudah beberapa hari kami lihat,” kata Nur kepada aceHTrend, Selasa (17/7/2018).

Menurut Nur, ada beberapa nisan yang telah rusak tetapi ia tidak menghitung berapa jumlahnya.

“Nggak tahu saya jumlahnya, karena saya tukang sapu di sini, yang lebih tahu pengurusnya,” kata Nur.

Suami Nur, Amri, juga mengaku tidak mengetahui banyak terkait rusaknya nisan-nisan di kompleks pekuburan Belanda itu.

“Kalau kami mana tahu kali, kapan, di mana, siapa, dari dulu sampai sekarang hanya bertugas membersihkan areal makan saja,” kata Amri yang bersiap-siap memotong rumput di areal makam.

Pasangan suami istri itu memang tinggal di Kompleks Kerkhof Peucut Banda Aceh. Namun mereka mengaku tanggung jawab mereka hanya sebatas menjaga kebersihan. Sedangkan petugas keamanan hanya bertugas dari pagi sampai sore setiap harinya.

Kepala keamanan Kerkhof Peucut Banda Aceh, Akmal, menduga nisan-nisan itu sengaja dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Nisan itu diketahui rusak sejak 9 Juli 2018.

“Sekarang sedang direnovasi di sebelah kiri areal makam, yang dirusak (nisan) itu juga akan direhab, karena sudah dibicarakan dengan pihak Dinas Pariwisata Aceh,” katanya.

Ia juga mengatakan, tidak mungkin nisan-nisan itu roboh karena terpaan angin. Pihaknya juga sudah memeriksa tiga orang yang diduga mengalami gangguan jiwa yang sering tidur di makam, namun tidak ditemukan bukti-bukti yang menjurus kalau mereka pelakunya.

“Tiga orang tersebut sudah kami telusuri, tapi belum terbukti merusak, kami kalau malam sudah tidak tahu lagi, sebab tugas kami hanya siang,” katanya.

Akmal menyarankan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh agar menambah penerangan di kompleks makam dan membuat pagar yang lebih tinggi.

“Hendaknya dipasang juga CCTV agar tidak menduga-duga,” katanya.

Amatan aceHTrend, ada belasan nisan yang rusak. Tak hanya nisan berbentuk salip yang rusak tetapi juga model nisan lainnya. Sebagiannya ada yang terlihat terlepas dari fondasinya. Beberapa nisan lain juga terlihat mulai rapuh karena dimakan usia.[]

Wartawan : Taufan Mustafa
Editor : Ihan Nurdin