Ulfa Mutia, Kaligraf Berbakat dari Aceh Selatan

Ulfa Mutia dan pamannya Bakri Abbas @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Tidak semua remaja zaman sekarang mampu menulis indah dengan pena atau yang disebut dengan seni kaligrafi. Namun, Ulfa Mutia, remaja asalah Aceh Selatan ini adalah pengecualian. Berkat kepiawaiannya dalam seni kaligrafi, dia sering memenangkan perlombaan di bidang seni yang dalam bahasa Arab disebut khath. Tak hanya di tingkat desa dan kecamatan, Ulfa Mutia juga pernah memenangkan lomba tingkat kabupaten. Ia pun kerap mengikuti lomba-lomba yang dibuat di tingkat provinsi.

“sering ikut, tapi belum pernah menjadi pemenang.”

Anak sulung pasangan Syahrial dan Armiati ini tertarik dengan kaligarfi berawal dari kebiasaannya mengamati aktivitas yang dilakukan pamannya Bakri Abbas.

“Kaligrafi itu indah, apalagi yang ditulis adalah ayat-ayat Alquran. Meskipun susah saat membuatnya seperti khath tsulus, tapi kalau sudah jadi akan membuat kita senang melihatnya,” katanya kepada aceHTrend melalui pesan WhatsApp, Selasa malam (17/7/2018).

Remaja kelahiran 23 Juli 2001 ini mulai belajar kaligrafi sejak usia 14 tahun yang dilatih langsung oleh Bakri Abbas. Pada saat itu pula Bakri mulai mengingkut sertakan Ulfa dalam perlombaan pada acara Nuzulul Qur’an di bulan Ramadan yang diadakan di Gampong Madat, Samadua, Aceh Selatan.

Ulfa mengikuti lomba di bidang kaligrafi tingkat anak-anak. “Saat itu saya masih kelas dua MTsN dan pada perlombaan pertama itu pula saya langsung menjadi pemenang sebagai juara satu,” ujar Ulfa yang saat ini duduk di bangku kelas tiga MAN 1 Tapaktuan.

Setelah prestasinya yang pertama itu, Ulfa makin sering mengikuti kegiatan perlombaan kaligrafi. Di antaranya MTQ ke-32 dan ke-33 tingkat Kecamatan Samadua, MTQ ke-33 tingkat Kabupaten Aceh Selatan, dan lomba kaligrafi tingkat penggalang putri Musabaqah Tunas Ramadan tahun 2017 di Aceh Selatan. Semua perlombaan itu mengantarkan Ulfa menjadi juara pertama. Begitu pula dengan beberapa perlombaan kaligrafi lainnya yang pernah mengantarkan Ulfa menjadi juara dua dan tiga.

Remaja yang bercita-cita menjadi guru agama ini selalu mengikuti lomba kaligrafi di setiap kali ada kesempatan. Begitu pula dengan Bakri yang terus memotivasi Ulfa untuk giat berlatih.

“Minimal setiap hari sisihkan waktu 10 menit untuk berlatih menulis khath. Dengan sering menulis tangan kita akan menjadi lentur dan mudah untuk menulis huruf yang dibuat,” kata Ulfa mengutip pesan pamannya.

Ulfa telah mengumpulkan sedikitnya tujuh piala juara satu, dua piala juara dua, dan satu piala juara tiga yang memenuhi almari rumahnya. Dia berharap ke depan bisa menjadi kaligraf perempuan ternama di Aceh Selatan yang dapat mengharumkan nama Aceh Selatan dan juga bisa membanggakan kedua orang tuanya.[]

Wartawan : Yelli Sustarina
Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK