Pengguna Toilet Mesjid Baiturrahman Tidak Menjaga Kebersihan

Foto: Seorang pedagang asongan sedang menunggu pembeli di Mesjid Raya Baiturahman, Sabtu (21/7/2018) (Rosmawar/aceHTrend).

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Di balik kemegahan bangunannya, dengan segenap fasilitas pendukung yang modern, ternyata Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, menyimpan segenap persoalan. Kebersihan toilet masih menjadi “pekerjaan rumah” pengelola.

Ketika aceHTRend melakukan liputan ke mesjid kebanggan rakyat Aceh tersebut, Sabtu (21/7/2018) di toliet perempuan, masih ditemukan pembalut bekas pakai yang dibuang ke dalam closed toilet. Padahal tempat sampah ditaruh di dalam WC tersebut. Tak ayal, perilaku negatif tersebut membuat petugas harus kelimpungan karena toilet sering tersumbat.

“Pembalut wanita dibuang begitu saja di dalam closed, ini sering membuat toilet tersumbat, padahal tong sampah sudah ditaruh di dalam kakus, entah kenapa mereka enggan membuang pembalut ke dalamnya,” terang seorang perempuan, petugas cleaning servise yang enggan namanya disebutkan. Ia bertigas di toilet wanita.

Persoalan lainnya, masih banyak pengguna toilet yang tidak menyiram air besar setelah buang hajat. Padahal air tidak menjadi kendala di mesjid tersebut. “Masih banyak yang enggan menyiram setelah buang air besar, padahal air dan showernya tersedia,” ujar Mukhlis, seorang petugas cleaning service Mejid Raya Baiturahman yang bertugas di toilet pria.

Bukan hanya itu, di bagian plaza Mesjid Baiturrahman, banyak pengunjung yang tidur di sana, walau sudah dipasang pengumuman dilarang tidur. Bukan hanya itu, pengunjung juga membawa rantang makanan dan makan di sana bersama keluarga atau kenalan.

“Sudah seperti di pantai saja, mereka datang ke mesjid sembari membawa rantangan dan makan bersama di sini. Persis bertamasya ke laut, mereka juga membawa tikar dan menggelar begitu saja tanpa mengindahkan peraturan,” kata petugas di sana.

Bukan hanya pengunjung, persoalan lain juga dibuat oleh ulah pedagang asongan yang nekat menerabas aturan dan berjualan di lingkungan mesjid. Walaupun petugas Satpol PP Kota Banda Aceh kerap melakukan penertiban, tapi tidak membuat para penjaja makanan ringan kapok. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa.

Kepada aceHTrend, para petugas kebersihan mengaku kewalahan, walau tidak marah. Mereka tetap menjalankan tugas seperti biasa, sesuai dengan shift yang sudah ditetapkan.

”Kalau ada yang buang sampah di masjid, habis makan sampahnya tidak dibuang,kita panggil orangnya, kita bilang jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya,” kata Mukhlis.

Wartawan: Rosmawati

Editor: Muhajir Juli

KOMENTAR FACEBOOK