Menikmati Lezatnya Sate Apaleh Geurugok

Sate Apaleh Geurugok @Yelli Sustarina/aceHTrend

ACEHTREND.COM. Bireun – Aroma daging panggang tercium dari jarak enam meter tempat aceHTrend berdiri di depan warung sate Apaleh, Geurugok, Kabupaten Bireuen, Minggu malam (22/7/2018). Terlihat kepulan asap memenuhi gerobak sate yang berjejer di pinggir jalan. Di depannya terdapat puluhan meja dan kursi yang diduduki pelanggan. Para pelanggan itu sedang asyik menyantap sate matang, duduk beratapkan langit malam yang dihiasi bulan dan bintang-bintang.

AceHTrend pun mencari tempat duduk kosong sembari memesan sate matang yang menjadi andalan warung sate Apaleh di Geurugok, Bireun ini. Sambil menunggu satenya dipanggang, AceHTrend mendekat ke tempat panggangan sate dan melihat para karyawan warung itu sibuk mengerjakan aktivitasnya masing-masing. Ada yang sedang memanggang sate, membungkus sate pesanan pelanggan, menghidangkan sate ke pelanggan, membuat bumbu kancang, dan menyiapkan nasi, serta kuah kari sebagai makanan pendamping sate matang.

“Satu bungkus berapa harganya bang?” tanya aceHTrend ke salah satu karyawan yang asyik mengipas-ngipas sate di panggangan.

“Kalau satenya 15 tusuk harganya Rp45.000, tergantung mau pesan berapa pelanggannya. Satu tusuk dikira Rp3.000,” ujar Fikri yang sudah tiga tahun bekerja di warung sate Apaleh Gerugok.

Warung sate yang telah berdiri sejak 30 tahun ini, buka setiap hari dari pukul 08.00 – 03.00 WIB. Setiap hari warung ini menggunakan dua ekor daging sapi untuk membuat sate matang. “Sapinya diolah sendiri di rumah pemilik warung ini, kalau hari Sabtu dan Minggu bisa sampai tiga ekor sapi disembelih,” tambah Fakri yang saat itu dapat shift malam berkerja di warung Sate Apaleh Geurugok.

Tanpa disadari, sate pesanan aceHTrend sudah dihidangkan di meja oleh pelayan. Selain sate, juga ada satu piring nasi, bumbu kacang untuk sate, dan kuah kari sebagai makanan pendamping sate. Berbeda dengan sate pada umumnya yang bumbunya dicampur, sate matang mempunyai bumbu terpisah. Tergantung selera memakannya apa menggunakan bumbu, nasi, dan kuah kari, atau hanya mengambil bagian yang disukai saja.

Ternyata semakin malam, pelanggan warung ini terus bertambah karena letaknya sangat strategis di pinggir jalan Medan – Banda Aceh.

Hayat seorang pelanggan yang sedang menikmati sate Apaleh Gerugok ini selalu mampir tiap kali melewati jalan ini. “Satenya enak, dagingnya empuk, apalagi dimakan dengan bumbu kacang dan kuah kari, selalu membuat kita teringat-ingat dengan kelezatanya,” kata pelanggan asal Banda Aceh ini.

Menurut Fakri, selama ini warung sate Apaleh Gerugok selalu ramai dengan pelanggan, bahkan sudah lima cabang yang dibuka di Gerugok. “Dulu mulanya hanya dibuka satu cabang di sini, tapi sekarang sudah ada empat lagi,” sambil menujuk warung di ujung sana.

Bagi Anda yang melewati lintas timur Medan – Banda Aceh, sempatkan mampir untuk menikmati kelezatan sate Apaleh Gerugok. Rasa kelezatannya membuat Anda terbayang-bayang untuk kembali kemari untuk menyantapnya lagi.[]

Wartawan : Yelli Sustarina
Editor : Ihan Nurdin