Apakah Kamu Seorang Kleptomania?

Oleh Siti Farah Wahyuni*)

Kleptomania merupakan gangguan yang menonaktifkan impuls control, pencurian secara berulang-ulang dan tidak terkendalinya individu terhadap benda-benda yang jarang digunakan oleh individu (Grant, 2008). Sebagian penderita kleptomania perempuan.

Gangguan ini bisa menyerang siapa saja baik remaja maupun dewasa, akan tetapi kebanyakan yang mengalami gangguan ini individu usia dewasa. Detikhealt.com melansirkan bahwa Stanford University menyatakan ada sekitar 62,5 persen penderita kleptomania adalah perempuan, 37,5 persen laki-laki dengan kisaran usia 45,6 tahun, sedangkan 47,5 persen diderita oleh pasangan yang sudah menikah atau belum, 27,5 persen lajang, dan 25 persen duda atau janda.

Individu yang mengalami cenderung kompulsif (harus dilakukan), tidak bisa mencegah hasrat ingin mencuri, dorongan yang berulang, dan tidak dapat menahan untuk tidak mengambil benda-benda yang kadang tidak diperlukan. Para penderita kleptomania kerap melakukan aksinya di tempat umum, seperti warung dan toko, namun juga di tempat-tempat tertutup. Tak sedikit penderita kleptomania ini yang mencuri barang milik temannya sendiri atau bahkan yang tinggal satu kamar.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya gangguan ini, namun seperti yang dilansir oleh olodokter.com bahwa seseorang yang memiliki riwayat penyakit psikologis seperti gangguan kepribadian, gangguan bipolar, dan gangguan kecemasan rentan mengalami kleptomania. Risiko kleptomania juga akan meningkat bagi mereka yang pernah mengalami cedera di kepala dan memiliki keluarga yang juga penderita kleptomania. Nah, tentunya setelah melihat ciri-ciri dan penyebab kleptomania di atas kita merasa khawatir jika salah satunya ada pada kita. Maka jangan panik! tetap tenang! karena semua gangguan bisa disembuhkan asalkan individu tersebut mau berusaha untuk sembuh.

Gangguan ini bisa disembuhkan dengan terapi yang dilakukan oleh tenaga professional psikolog. Terapi yang biasanya diberikan adalah terapi kognitif. Melalui metode ini, pasien diberikan gambaran mengenai perbuatan yang dilakukan dan disampaikan tentang akibat yang akan diterima jika terus-menerus mengalaminya.Selain itu, teknik relaksasi juga bisa digunakan untuk mencegah keinginan mencuri yang tidak tidak dapat dikendalikan.

Jika pengobatan yang dilakukan secara medis, mungkin salah satu obat yang akan diberikan opioid antagonist yang bertujuan untuk menurunkan dorongan dan rasa senang terhadap mencuri yang timbul pada penderita kleptomania.

*)Penulis adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

KOMENTAR FACEBOOK