Kak Ti dan Tatapan Mata Perlawanan?

Darwati A. Gani

Oleh Nurlina *)

Darwati A Gani memulai langkah kanan diiringi ucapan Bismillah kala menuju kantor KPK. Sebelumnya, di sajadah subuh ia berserah diri kepada Rabbnya seraya berucap laa hawla walaa quwwata illa billah. Tiada daya dan upaya hamba kecuali dengan pertolongan-Mu.

Di sepanjang perjalanan, istri Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf yang akrab dipanggil Kak Ti itu terus melepaskan segala kegugupan yang masih menyusup relung hatinya. Dia terus belajar untuk menghadapi kenyataan yang ada.

Tiba di kantor KPK, perempuan yang menggunakan jilbab warna hitam dan baju putih itu langsung menuju lobi KPK untuk mendaftar di resepsionis. Dan Kak Ti tidak menunduk, ia juga tidak menghindar kamera wartawan.

Tanda pengenal lalu dikalungkan ke lehernya sambil menegaskan diri: “Saya perempuan Aceh.” Sejak itulah rasa gugupnya sirna.

Baginya selaku perempuan Aceh, tidak ada istilah takut. Keyakinan adalah modalnya. Perempuan Aceh tidak akan berkompromi dengan kejahatan, sekalipun itu dilakukan oleh suaminya.

“Saya yakin suami saya bukan koruptor,” sebutnya penuh keyakinan.

Keyakinan itu membuatnya berani tampil menghadapi kenyataan sebagaimana perempuan Aceh dalam sejarah. Sejarah perempuan Aceh yang tampil melawan begitu yakin jika suaminya bukan penjahat.

Itulah kenapa Kak Ti tidak menunduk, apalagi menyembunyikan wajahnya meski tanpa polesan. Hari ini Kak Ti hadir bukan hendak mencari panggung dan memanfaatkan bidikan kamera untuk menebar senyum. Kak Ti membiarkan dirinya dibidik kamera sebagai isyarat dirinya siap membela suaminya, Irwandi Yusuf.

Lihatlah tatapan matanya, adakah ini isyarat mata perlawanan?

*)Penulis adalah ibu rumah tangga, perempuan Aceh yang tahu arti cinta dan kesetiaan.

KOMENTAR FACEBOOK