Plt Bupati Bener Meriah Kembalikan Tenaga Honorer ke Kantor Masing-Masing

Syarkawi, paling kanan (berpeci)

ACEHTREND.COM-Redelong- Plt Bupati Bener Meriah Teungku Syarkawi, kembali menempatkan tenaga honorer ke kantor masing-masing. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan: Peg.800/470/2018, bertanggal 1 Agustus 2018.

Dalam surat tersebut Syarkawi menyebutkan, sehubungan dengan hasil tindak lanjut rapat pimpinan yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2018 tentang pembahasan tenaga Non PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten bener Meriah, pihaknya memutuskan untuk memanggil kembali pegawai non PNS untuk menyampaikan data mereka sesuai format yang sudah disediakan.

Pun demikian, dalam surat tersebut Syarkawi menyebutkan bahwa tidak ada penambahan tenaga non PNS baru maupun pengganti pegawai non PNS yang mengundurkan diri. Semua berkas sudah harus masuk paling lambat 3 Agustus 2018.

Terbitnya surat tersebut membuat sejumlah pihak bergembira, khususnya para honorer. Ulama yang sempat tersisihkan dari keputusan-keputusan penting itu semasa Ahmadi masih aktif sebagai Bupati Bener meriah, dinilai mampu mendengar aspirasi dari arus bawah.

Sebelumnya, dengan dalih penghematan dana daerah dan rasionalisasi jumlah honorer, Bupati Bener Meriah Ahmadi “memulangkan” ribuan pegawai non PNS ke rumah masing-masing. “pemulangan tersebut tertuang dalam SK Nomor: 800/597/2017, yang dikeluarkan pada tanggal 27 Desember 2017, terkait rasionalisasi tenaga non PNS.

“Kita tidak mau memberikan harapan palsu atau mimpi yang tidak kesampaiaan untuk mengangkat mereka menjadi CPNS, karena yang sudah lulus CPNS dari Honorer K2 yang lalu saja, sejauh ini masih ada yang belum keluar Nomor Induk Pegawai (NIP),” kata Ahmadi, Jumat (29/12/2017)

Lanjutnya, keputusan ini memang sulit bagi mereka, namun ini demi kebaikan mereka juga demi Bener Meriah ke depan.

Ahmadi menambahkan, selama ini setiap bulannya pemerintah harus menguras APBK 1,7 milyar lebih dan pertahun mencapai 21 milyar lebih guna untuk membayar gaji para honorer.

“Jumlah honorer di Kabupaten Bener Meriah sampai saat ini mencapai 4.285, dan bakti 826 orang. Sementara dalam aturan ASN sudah jelas bahwa tidak ada yang namanya honorer, yang ada hanya pegawai negeri sipil dan pegawai kontrak,” tegasnya.

Keputusan yang dinilai kontroversial itu mengundang protes sejumlah kalangan. Tapi Adhmadi kala itu bergeming saja, ia tetap pada keputusannya dengan alasan rasionalisasi dan penghematan anggaran daerah. []

Editor: Muhajir Juli

KOMENTAR FACEBOOK