Pegawai BPMA Teken Kontrak Kerja dan Segera akan Dilantik

Azhari Idris, Plt Kepala BPMA (dua dari kanan) didampingi Marzuki Daham (mantan Kepala BPMA), Syarifudidin Z (Komisi Pengawas BPMA), Husaini AZ (Deputi Manajemen Internal BPMA) memberikan pengarahan pre-employment briefing kepada profesional yang akan bekerja di BPMA. (Ist)

ACEHTREND.COM,Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) melaksanakan pre-employment briefing (penjelasan kerja) dan menyerahkan job offering (surat penawaran) Senin (6/8/2018) kepada sekitar 50 orang professional yang akan mulai bekerja sejak Agustus 2018 ini.

“Setelah menandatangani kontrak, pegawai BPMA akan langsung bekerja. Secara paralel, pegawai BPMA ini juga akan ditempatkan di SKK Migas, KKKS dan mengikuti proses pengalihan Transisi Manajemen Pengelolaan Hulu Migas di Aceh dari SKK Migas ke BPMA,” kata Azhari Idris, Plt Kepala BPMA di Aula kantor Distamben Aceh.

Pegawai BPMA akan berkantor di Banda Aceh. Semua pegawai akan on boarding training di Aceh pada pertengahan Agustus ini.

Para narasumber dari SKK Migas, Kementerian ESDM Dan Lembaga terkait lainnya akan memberikan pelajaran terutama dalam hal menjadikan pegawai BPMA sebagai Pengawas dan Pengendali Kegiatan Usaha Hulu Migas di Aceh.

“Dengan penerimaan resmi pegawai BPMA ini, Aceh akan menggenjot kinerja industri migas Aceh. Khususnya untuk mendukung explorasi dan produksi di Aceh. Seperti PHE NSB yang dalam proses perpanjangan WK, Zaratex dalam finalisasi pengajuan POD I, rencana pengeboran Triangle Pase, first gas Medco Blok A dan pengeboran lepas Pantai Repsol Oil,” tambah Azhari.

“Termasuk implentasi Participating Interest (PI) BUMD Aceh pada Blok-blok Migas aktif,” terang Azhari Idris yg baru menjabat Plt Kepala BPMA sejak 27 Juli 2018.

Para pekerja profesional yang akan bekerja untuk BPMA ini juga mendapatkan pengarahan dari mantan Kepala BPMA sebelumnya, Marzuki Daham.

“Saya cukup bangga sudah bisa mengantarkan BPMA sampai ada profesional yang berkumpul di sini. Sehingga kita berharap pengembangan industri migas Aceh ke depan bisa lebih bermanfaat lebih banyak bagi Aceh,” tambah Marzuki Daham, mantan Kepala BPMA yang menjabat selama tiga tahun terakhir dan mengatar BPMA sampai pada fase ini.