Camat dan Kepdes se-Subulussalam Dilatih Cara Mengatasi Kota Kumuh

ACEHTREND.COM, Subulussalam- Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), mengadakan pelatihan cara dan kiat-kiat mengatasi agar Kota Subulussalam tidak tanpa kumuh.

Pelatihan yang digelar selama dua hari itu, Rabu-Kamis (8-9/8/2018), khusus diberikan kepada ratusan kepala desa, BKM, dan camat dalam jajaran Pemerintahan kota Subulussalam.

Ketua Panitia pelaksana, Satria Tumangger dalam laporannya menyebutkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kepala desa dan camat terkait pentingnya integrasi dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) dengan penataan kota dan desa.

“Kita mengingin agar program pembangunan kecamatan dan desa terintegrasi dengan RPLP,” ujar Satria Tumangger.

Ia menambahkan, program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) selalu berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan RKP milik desa serta renstra/renja kecamatan.

Karena itu, kepala camat dan desa sebagai pucuk pimpinan di kecamatan dan desa harus memahami dan mengetahui indikator keberhasilan penangganan lingkungan kumuh.

Di samping itu, mereka perlu pula tahu cara berkolaborasi dalam rangka mengatasi kekumuhan tersebut terutama dalam Kota Subulussalam.

Supaya program berjalan mulus dan tepat guna Pemko Subulussalam, kata Satria, telah menetapkan wilayah-wilayah yang dikategorikan kumuh.

Ada 61.66 hektar kawasan yang dinyatakan kumuh. Ini tersebar di lima desa, yaitu Desa Subulussalam Utara, Lae Ikan, Suka Maju, Pasar Rundeng dan Desa Longkip.

Untuk mengatasi kekumuhan, tambah Satria, bakal ada sebanyak 63 kegiatan pembangunan infrastruktur. Seperti, pembangunan jalan lingkungan, drainase, MCK, sumur bor,air bersih dan box culvert.

“Ini dikerjakan di lima desa dan harus tuntas pada tahun 2018 dengan total anggaran 6 miliar,” ungkap Satria Tumangger.

Pelatihan yang dibuka Asisten II Setdako Subulussalam Lidin Padang, mewakili wali kota Subulussalam, berlangsung di salah satu hotel kawasan Kota Subulussalam.

Pelatihan itu dipandu Koordinator Kota 07 Subulussalam, Wijaya Setiadi. Tampil sebagai pembicara, yakni Teuku Jaswadi yang membahas Peran Pemko sebagai nakhoda.

Sedangkan Edi Yurisman, memaparkan tentang membangun Kolaborasi. Baginda Nasution, membahas tentang Review Perencanaan RPLP Integrasi dengan RPJM Desa dan Renstra Kecamatan Kota Tanpa Kumuh.[]

Wartawan : Sadri Ondang Jaya