Dewan Sorot Mahalnya Biaya Parkir di Arena PKA

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Fraksi PKS DPRK Banda Aceh menyoroti tingginya biaya parkir yang dikenakan bagi pengunjung Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII di Kompleks Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh.

Hal itu disampaikan anggota Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Zulfikar, saat mmbacakan pandangan akhir Fraksi PKS DPRK Banda Aceh terhadap Rancangan Qanun Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Banda Aceh Tahun Anggaran 2017, di DPRK setempat, Rabu (8/8/2018).

Zulfikar mengakui, pihaknya mendapatkan sejumlah pertanyaan dari masyarakat terkait besaran biaya parkir di lokasi PKA, pasalnya masyarakat dikutip parkir mulai dari 5-10 ribu per kendaraan. Angka tersebut kata Zulfikar sangat besar, bahkan sangat jauh dari aturan Qanun Perparkiran Kota Banda Aceh.

“Kami mendapatkan banyak pertanyaan dan masukan dari masyarakat yang mengunjungi PKA terkait dengan biaya parkir yang katanya dikutip mulai dari angka Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kendaraan. Tentu ini angka yang cukup besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu kata Zulfikar, petugas parkir juga tidak memiliki identitas baik badge maupun rompi petugas parkir, sehingga pihaknya mempertanyakan apakah uang parkir tersebut masuk ke PAD Banda Aceh atau tidak.

“Kami kami dengar uang parkir ini nggak masuk ke PAD Banda Aceh. Lalu ke mana uang itu larinya? siapa yang mengawasi pengutipan parkir tersebut? Seharusnya itu berada di bawah Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh,” lanjut Zulfikar.

Zulfikar berharap kepada panitia PKA agar segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait parkir, mengingat pelaksanaan PKA masih sangat lama, sehingga masih ada waktu bagi panitia untuk segera menertibkannya. Selain biaya parkir, Zulfikar juga meminta agar kendaraan diparkir secara rapi dan berada di bawah pengawasan petugas parkir sehingga tidak berdampak pada kemacetan, khususnya pada saat jam-jam sibuk.

Pada kesempatan itu Zulfikar juga meminta kepada Pemko Banda Aceh untuk menjadikan momentum PKA untuk menampilkan citra baik kota Banda Aceh kepada masyarakat di luar kota Banda Aceh, sehingga ketika mereka pulang dari sini nantinya, mereka akan menjadi duta yang menyampaikan cerita-cerita baik tentang kota Banda Aceh.

“Pada kesempatan ini kami meminta kepada Pemko Banda Aceh serta instansi terkait agar bekerja keras untuk menjaga kebersihan Kota Banda Aceh, karena dengan banyaknya event ini tentu jumlah sampah juga akan meningkat, oleh karenanya kita berharap agar dipastikan semua sampah-sampah terangkut ke TPA,” kata Zulfikar.[]

KOMENTAR FACEBOOK