Tgk Muhar Ajak Pemimpin Memiliki Budaya Malu

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Untuk memajukan daerah syarat klasik yang penting dimiliki oleh pemimpin adalah memiliki budaya malu. Hukum yang tidak ditopang oleh budaya malu hanya akan berkutat pada pelanggaran demi pelanggaran hukum.

“Pemimpin harus ada budaya malu sehingga perilaku pelanggaran hukum dapat dicegah sedini mungkin, jangan sampai malu baru muncul ketika sudah ditangkap,” sebut Tgk Muhar, usai menjalani wisuda Pascasarjana Magister Manajemen di Unsyiah, Kamis (9/8/2018).

Menurut ayah dari dua anak itu, daerah dan negara maju pasti budaya malunya lebih kuat dibanding daerah dan negara berkembang.

“Lihat saja Jepang, mereka tidak hanya santun di jalan raya tapi juga kuat budaya malunya, bahkan mereka malu jika menemukan sampah di jalan tapi tidak mengambilnya, ” papar putra kelahiran Matang Panyang, Seunuddon.

Masih menurut sosok yang bisa berbahasa Arab itu, budaya malu juga menjadi saripati akhlak dalam Islam, yang sangat dianjurkan untuk menjadi bagian dari kehidupan semua muslim.

“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata,” sebut Tgk Muhar mengutip hadis Nabi.

Bukan hanya bagi pemimpin, bagi rakyat pun budaya malu juga diperlukan. “Indah sangat jika semua ditopang oleh budaya malu sehingga kita akan berlomba-lomba berbuat baik dan berbuat yang berguna bagi semua,” tutupnya.[]