Dari Meriam Turki hingga Alquran Kuno Ada di Anjungan Aceh Timur

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kabupaten Aceh Timur memiliki cara tersendiri untuk menarik pengunjung Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII, ke anjungannya yang berada di Taman Sulthanah Safiatuddin, Lampriet, Banda Aceh.

Tidak hanya menampilkan tentang kebudayaan saja, kabupaten ini juga menyuguhkan sejumlah barang-barang antik yang memiliki nilai historis.

Penjaga barang-barang kuno di anjungan Aceh Timur, Iqbal, mengatakan ada beberapa barang peninggalan sejarah yang mereka bawa dari daerah Aceh Timur. Sebut saja benda-benda peninggalan masa Kerajaan Peureulak, masa penjajahan Belanda, hingga Jepang.

“Aceh Timur ada beberapa peninggalan bersejarah seperti peninggalan Jepang yaitu samurai, ada yang dari Belanda dan ada juga senjata VOC Belanda dan ada juga keris peninggalan kerajaan,” kata Iqbal, Kamis (9/8.2018).

Dia mengatakan, keris yang dimilik oleh Kerajaan Peureulak merupakan pemberian langsung dari salah satu kerajaan di Pulau Jawa pada saat itu. Iqbal menceritakan, dahulu ada anak dari raja Peureulak pernah terdampar di Jawa dan keris tersebut merupakan hadiah.

Sementara itu, pistol dan senapan merupakan peninggalan yang diberikan oleh VOC saat ke Peureulak. Begitu juga dengan katakana, pedang ini diberikan kepada Ulee Balang di Aceh Timur ketika Jepang memasuki wilayah tersebut.

Ada sebuah miniatur meriam yang diberikan oleh Portugis bertulisan 1651 Masehi dan juga meriam pemberian Kerajaan Turki kepada Kerajaan Peureulak yang diletakkan di luar anjungan.

Selain itu, di Anjungan Aceh Timur juga diperlihatkan silsilah dari raja-raja Islam yang ada di Aceh. Di situ tertulis, bahwa raja-raja Islam di Aceh bermula dari Bani Hasyim, yang kemudian berlanjut ke masa Peureulak, Samudera Pasai, Tamiang, Malaka, dan seterusnya hingga saat ini. Bahkan ada Alquran diperkirakan sudah berusia berabad-abad yang ditulis tangan.

Alquran bertuliskan tangan yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17 atau 1600-an Masehi. Selain itu ada silsilah raja-raja Peurlak dan seluruh Aceh.[]