Lagi! Gajah Mati Ditemukan di Aceh Timur

Proses evakuasi gajah liar yang mati di kawasan Seulawah Agam oleh tim BKSDA pada 2017 @Taufan Mustafa/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Idi Rayek – Seekor gajah liar kembali ditemukan mati di areal Hak Guna Usaha PT. Citra Ganda Utama di Aceh Timur. Gajah itu diketahui mati karena racun dan sengatan listrik.

“saya sangat menyesalkan, kembali terjadi gajah mati di saat pemerintah dan para pihak sedang berusaha mencari solusi,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, saat dikonfirmasi aceHTrend sore tadi, Jumat(10/8/2018).

Bangkai gajah kata Sapto awalnya diketahui warga dan dilaporkan ke Polsek setempat kemudian ditindaklanjuti ke Polres Aceh Timur. Pihaknya kata Sapto akan membuat laporan kepada pihak kepolisian.

“Kami akan buat laporan polisi untuk bahan Polres melakukan penyelidikan,” katanya.

Gajah liar tersebut ditemukan mati di Gampong Cikembun Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, di areal HGU PT. Citra Ganda Utama (dulunya PT. Wira Perca). Setelah diautopsi (nekropsi) oleh tim dokter hewan BKSDA Aceh serta olah TKP oleh Polres Aceh Timur dan Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, diketahui gajah itu berjenis kelamin jantan. Usianya diperkirakan 15 tahun. Kondisi gading sepanjang 74 sentimeter masih utuh.

“Penyebab kematian diduga karena toxicosis atau karena racun, ditandai dengan hati, limpa, jantung, dan paru yang menghitam. Selain itu kemungkinan juga terkena strum listrik, dikarenakan bangkai ada di dekat alur yang dipagari kawat beraliran listrik,” kata Sapto.

Ia menambahkan, gajah liar ini diperkirakan mati sejak dua hari sebelumnya. Tim juga telah mengambil sampel hati, jantung, ginjal, limpa, usus, dan sisa makanan untuk dianalisis di laboratorium. Mereka juga telah mengamankan gading gajah tersebut.

“Untuk tahun 2018 sudah ada tiga ekor gajah yang mati di Aceh Timur, dua gajah liar dan satu ekor gajah jinak,” kata Sapto.

Menurut Sapto Aceh Timur akan menjadi daerah prioritas perlindungan gajah liar karena tingginya angka kematian hewan tersebut di wilayan ini.

“Sepertinya begitu, strateginya seperti pembuatan barrier, tapi nanti tanggal 15 Agustus saya akan kumpulkan para penggiat konservasi untuk bicarakan,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin