Pesan Ketua DPRA Saat Kunjungi Stand Kesultanan Aceh

Foto: aceHTrend/Taufik

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – “Karena adat budaya dan menjunjung tinggi Syariat Islam, identitas diri masyarakat Aceh merupakan simbol kedaulatan sehingga disegani masyarakat luar,” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin saat meninjau stand khusus Kesultanan Aceh Darussalam, Jumat malam (11/8/2018).

Kunjungan ke stand yang terletak di Kompleks Makam Iskandar Muda di Baperis, Banda Aceh ini merupakan agenda resmi legislatif Aceh. Bersama rombongan ini, turut hadir anggota DPR Aceh, T. Iskandar Daod, Musannif dan Sekretaris Dewan DPR Aceh, Hamid Zein.

Politisi Partai Aceh ini mengatakan, semua elemen masyarakat Aceh harus pro aktif untuk memberikan perhatian penuh dalam melestarikan nilai-nilai adat istiadat Aceh. Menurutnya, peran aktif Pemerintah Aceh menjadi modal awal dalam melestarikan dan mengembalikan kembali peradaban Aceh sehinga menumbuhkembangkan kecintaan dan kebanggan masyarakat Aceh terhadap sejarah dan kebudayaan Aceh. Tgk Muharuddin juga menambahkan, adat merupakan suatu gagasan yang terdiri dari nilai-nilai kebudyaan, norma, kebiasaan, kelembagaan dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu daerah.

“Jadi peran dan keseriusan semua pihak, khususnya Pemerintah Aceh dalam melestarikan budaya Aceh perlu ditingkatkan. Ini semacam peran moral bagi seluruh rakyat Aceh termasuk generasi muda untuk terus meningkatkan rasa cinta dan kebanggaannya terhadap kebudayaan Aceh,” ujar Tgk Muharuddin.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPR Aceh, T. Iskandar Daod. Dalam kunjungannya, ia berharap ke depannya Pemerintah Aceh perlu memberikan perhatian serius terhadap stan khusus kebudayaan Aceh. Menurutnya, di tengah lajunya perkembangan zaman, kecintaan masyarakat Aceh terhadap nilai dan sejarah Aceh semakin memudar. Padahal, kata T. Iskandar Daod ini lagi, bangsa Aceh dikenal sejarah peradabannya karena adat istiadat dan budayanya yang berlandaskan ajaran Islam.

“Untuk ke depan, Pemerintah Aceh harus peduli terhadap nasib stan yang fokus terhadap sejarah dan peradaban Aceh,” ujar politisi dari Partai Demokrat tersebut.[]