ADI Aceh Gelar Tasyakuran Enam Lulusan Baru

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh, lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh menggelar tasyakuran dan pengukuhan kepada enam mahasiswa angkatan ketiga tahun akademik 2017/2018 di Kompleks Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Sabtu (10/8/2018).

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Direktur ADI Aceh Dr Muhammad AR dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd Natsir Jakarta yang diwakili oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan bersama civitas akademika kampus tersebut.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Asisten II, M Ali, anggota DPD RI Dapil Aceh Ghazali Abbas Adan, Sekretaris MPU Aceh Dr Syukri M Yusuf, Direktur RSUZA yang diwakili oleh dr Rusydi, perwakilan OKP dan Ormas, Muspika Kecamatan Krueng Barona Jaya, geuchik, dan tokoh masyarakat Rumpet serta orang tua wisudawan.

Ketua Panitia yang juga Wakil Direktur ADI Aceh Zulfikar Tijue dalam laporannya mengatakan, ADI Aceh sudah berjalan selama empat tahun dan telah melahirkan alumni sebanyak 31 orang. Pada tahun pertama ADI Aceh melahirkan sembilan lulusan dan tahun kedua 15 lulusan.

“alhamdulillah, angkatan ketiga ini berjumlah enam orang. Dan semua mareka berasal dari daerah pedalaman dan perbatasan Aceh,” kata Zulfikar.

Ia merincikan, keenam lulusan tersebut berasal dari Aceh Singkil tiga orang, Subulussalam satu orang, Simeulue satu orang dan Aceh Tamiang satu orang.

Sementara Direktur ADI Dr Muhammad AR dalam sambutannya mengatakan, para mahasiswa yang belajar dan tinggal di ADI Aceh ini tidak dipungut biaya alias mendapat beasiswa penuh. Semua biaya pendidikan beserta akomodasinya ditanggung sepenuhnya oleh Dewan Dakwah Aceh.

Selain itu dosen pengajar pun yang terdiri dari 12 orang yang bergelar doktor dan puluhan master ini kepada mareka juga tidak diberikan upah. Semuanya mengajar dengan ikhlas dan tanpa pamrih.

“Dari itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah membiayai ADI Aceh dan juga para dosen yang rela tidak dibayar saat mengajar. Semoga Allah yang membalasnya,” kata Dr Muhammad.

Ia menambahkan keenam lulusan ini nantinya akan melanjutkan kuliahnya ke Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd Natsir Jakarta pada Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Mareka akan berangkat pada tanggal 26 Agustus 2018 mendatang dan semua pembiayaannya selama di STID juga di tanggung oleh Dewan Dakwah.

“Selama belajar dua tahun di ADI Aceh, fokus utamanya bertumpu pada tiga hal dan ini sebagai bekal mareka untuk menjadi dai di masyarakat. Yakni bisa menghafal Alquran minimal empat jus, pemantapan bahasa Arab dan penguatan akhlak. Dan kita berharap ilmu yang mareka peroleh ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, ” kata Dr Muhammad.

Tasyakuran dan pengukuhan ini juga diisi dengan orasi ilmiah oleh dosen UIN Ar-Raniry Dr Mizaj Iskandar, dengan judul “Ontologi Dakwah Islam dalam Dunia Moderen”.[]