Sandiaga, Anak Muda di Level Politik Tertinggi Indonesia

Pentas politik di tingkat paling elit Indonesia, selalu melahirkan kejutan-kejutan, Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, justru tampil sebagai pilihan akhir Prabowo Subianto, untuk mewakili sang mantan kombatan bertarung di pentas Pilpres Indonesia 2019, melawan petahana Joko Widodo- Prof. Dr. Kyai. H. Ma’ruf Amin, sang ulama yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Nama Sandi nyaris tak disebut-sebut sebelumnya, justru Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) digadang sebagai anak muda yang paling potensial menjadi cawapres pihak yang akan berkompetisi. Putra bungsu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono itupun sudah menjelajah Republik Indonesia, dalam rangka perkenalan diri. Ia menjadi pemuda yang diimpikan pemudi, demikianlah gezah yang terlihat dari serangkaian ceramah-ceramahnya di berbagai perguruan tinggi, mahasiswi justru lebih fokus pada pesona sang mantan tentara, ketimbang apa yang sedang ia bicarakan. Ganteng, adalah alasan mengapa ia menjadi pusat perhatian wanita yang belum mengayuh biduk rumah tangga.

Lain AHY, lain pula Sandi, lelaki dengan nama lengkap H.Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A, yang lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969, nyaris tidak dielu-elukan sebagai cawapres. Ia yang menjadi orang nomor dua di Jakarta, justru sibuk menjalankan tugasnya sebagai kompatriot H. Anis Baswedan, Gubernur DKI yang juga mantan Rektor Universitas Paramadina itu.

Publik terkejut, ketika tiba-tiba Prabowo Subianto memilih Sandiaga di last minute penentuan cawapres, prediksi para pengamat politik pun terpelanting, dipilihnya Sandiaga justru sangat tidak diduga. Lalu pantaskah Sandiaga bertarung di level tertinggi?

Pertanyaan itu tentu saja tidak perlu diajukan, bersebab Sandiaga bukanlah yang lahir dan besar secara sim salabim, untuk menjadi politikus Sandi tidak masuk inkubator karbit. Ia merupakan pemuda Indonesia yang memiliki karir cemerlang dalam dunia bisnis dan politik. Kesuksesannya menang pada Pilkada DKI Jakarta merupakan bukti bahwa ia memang pantas berada di sana.

Bagi saya, kehadiran Sandiaga Uno merupakan bukti bahwa anak muda yang potensial memang pantas untuk diberikan tempat, saya selalu melihat ini sebagai bahagian dari pengakuan eksistensi kaum tua terhadap kehadiran anak muda dalam percaturan politik. Prabowo pun tentunya tidak akan berjudi terlalu liar, Sandiaga, selain punya modal kapital juga punya modal politik. Apalagi sebagai orang dalam Gerindra, tentu Prabowo sudah mengetahui kualitas Sandi luar dan dalam.

Sistem demokrasi kita yang sangat liberal, memang kehadiran modal kapital tentu suatu keniscayaan, uang memiliki peranan penting sukses atau tidaknya sebuah tujuan. Tanpa modal uang, tim kampanye tidak akan bergerak, tanpa uang massa tidak bisa dikumpulkan. Bahkan kemenangan yang sudah di depan mata, bisa serta merta buyar begitu saja, karena di last minute, sang kandidat kehabisan modal atau enggan sedikit lagi “berinvestasi”, dan itu sudah terbukti di beberapa pilkada di berbagai daerah di Indonesia.

Terlepas kita akan mendukung atau tidak pasangan Prabowo-Sandiaga, tapi kehadiran Bang Sandi –demikian saya menyebutnya– harus disambut dengan standing applaus, ia merupakan salah satu aset bangsa yang dimiliki Indonesia. Ia tipikal anak muda yang patut dijadikan sumber inspirasi agar kita memiliki mimpi untuk sukses di usia muda.

Sebagai manusia, berharap Sandi menjadi sangat sempurna, tentu sebuah harapan yang sia-sia, terlepas ia muncul dari entitas apapun, Sandi tetaplah manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Dan saya kira Sandi pun memahami ini.

Lelaki berdarah Gorontalo itu adalah bintang muda yang apabila tetap khidmad sebagai politikus tanpa banyak masalah, sinarnya tidak perlu diredupkan.

Akhirnya, mencapai level tertinggi politik Indonesia bukan sesuatu yang gampang. Banyak orang yang lebih kaya, lebih pintar, lebih bervisi, tapi sedikit yang bisa seberuntung Sandiaga Uno. Selamat bertarung Bang sandiaga, semoga berjaya. []

*)Muhajir Juli, Pemred aceHTrend.

Foto dikutip dari Brilio.

KOMENTAR FACEBOOK