Habis PKA Terbitlah Sampah di Tasulsa

Tumpukan sampah di Kompleks Tasulsa, Sabtu, 18 Agustus 2018. @Yelli Sustarina/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Usai Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII yang digelar pada 5-15 Agustus 2018 lalu, kini hanya kelengangan dan serakan sampah yang tersisa di Kompleks Taman Sultanah Safiatuddin (Tasulsa) Banda Aceh.

Sampah-sampah plastik dan bungkus makanan terlihat di mana-mana. Pintu-pintu anjungan yang sebelumnya terbuka kini tertutup rapat.

Saat aceHTrend mengunjungi Kompleks Tasulsa tiga hari setelah PKA usai, Sabtu, 18 Agustus 2018, masih terlihat tumpukan-tumpukan papan dan kayu yang sebelumnya berfungsi sebagai material gerbang dan pondok di beberapa lokasi. Hampir di semua anjungan terlihat berserakan sampah plastik, terutama di dalam parit di depan anjungan.

Sedangkan pada lokasi yang dulunya dibuat sebagai arena pasar rakyat, telah menjadi hamparan lahan kosong yang juga bertebaran sampah. Dua lapak penjual pakaian masih berjualan di lokasi itu.

“Kami sedang menunggu jemputan mobil yang mengangkat barang-barang kami, jadi dari pada tidak tahu mau ngapain, mending kami jualan,” ujar salah satu penjual yang berasal dari Riau.

Satu dua warga ada juga yang datang melihat kompleks ini sambil berkeliling anjungan. Namun, pemandangan di tempat ini dinilai cukup menggangu mata karena banyak sampah berserakan.

“Saat melihat kondisi Tasulsa usai PKA, pikiran saya seketika terlempar jauh pada kisah para pesepak bola Jepang dan supporter tim samurai biru yang kalah tanding di piala dunia 2018 lalu. Walau mereka kalah dari lawannya Belgia, namun tribun dan ruang ganti yang mereka tempati ditinggalkan dalam kondisi bersih dan rapi. Saya merasa terdapat sisi keislaman pada diri orang Jepang yang bukan muslim itu,” ujar Ayu, salah satu warga yang ditemui aceHTrend di Kompleks Tasulsa.

Dia juga menambahkan, “Kita orang muslim di Aceh meninggalkan arena PKA dengan begitu kotor dengan tebaran sampah hampir di semua arena Tasulsa. Saya merasa di negeri syariat ini, dalam konteks menjaga kebersihan, Islam seakan tiada.”[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK