Kemenristekdikti Dikabarkan Tunda Pemilihan Rektor Unimal

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia dikabarkan menunda pemilihan rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara.

Sebelumnya, dijadwalkan pemilihan rektor Unimal akan berlangsung antara 6-14 Agustus 2018, namun Kemenristekdikti menunda tanpa memberikan kepastian waktu karena belum dilakukan rekam jejak terhadap para calon rektor.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Unimal, Maswardi, mengatakan, penundaan rektor tersebut diketahui setelah surat Kemenristekdikti beredar di media sosial, surat itu ditandatangani Sekretaris Jenderal Ainun Naim yang ditujukan kepada Rektor selaku Ketua Senat Unimal.

Dalam surat tersebut Kemenristekdikti meminta agar pemilihan rektor ditunda untuk melakukan rekam jejak terhadap para calon rektor.

Surat Kemenristekdikti

“Jika mengacu aturan Permendikti Nomor 19 tahun 2017, mestinya pemilihan orang nomor satu di kampus ini harus dilaksanakan pada 13 Agustus 2018, sesuai dengan tahapan yang telah menjadi ketetapan Senat Unimal,” ujarnya.

Menurut Mawardi, penundaan pemilihan rektor dapat memunculkan berbagai spekulasi di kalangan mahasiswa dan insan kampus. Konon lagi, katanya, pihak panitia sangat tertutup dan tidak memberikan informasi kepada kalangan kampus terkait pemilihan rektor.

“Kemungkinan penundaan ini sangat berkaitan dengan adanya indikasi pelanggaran pada keanggotaan Senat Unimal yang memiliki hak suara,” Maswardi menduga.

Diantaranya, ada dosen yang saat ini masih tugas belajar dan non aktif karena mendapat penugasan sebagai penyelenggara pemilu, namun masih aktif di senat untuk memberikan hak suara.

Belum lagi banyak anggota senat dari wakil dosen yang menduduki jabatan struktural di kampus, namun masih dipertahankan sebagai anggota senat dari wakil dosen. 

Selain itu, katanya, Kemenristekdikti juga akan menelisik panitia yang meloloskan calon rektor yang mendaftar pada 25 Juni 2018, karena yang bersangkutan saat itu masih harus mengikuti wisuda pada 30 Juni 2018.

Sementara di dalam Permendikti Nomor 19/2017 disyaratkan bahwa calon rektor tidak sedang tugas dan ijin belajar selama lebih 6 bulan, tapi pihak panitia meloloskan calon rektor yang masih tugas belajar.

“Kami berharap pihak Kemenristekdikti dapat meluruskan proses pemilihan rektor Unimal agar sesuai denda aturan sehingga nantinya menghasilkan rektor yang memiliki legitimasi yang kuat,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Senat Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof Dr Apridar pada 28 Juli 2018, telah menetapkan tiga dari delapan bakal calon (balon) menjadi calon rektor Unimal periode 2018-2022.

Ketiga calon rektor tersebut adalah, Dr Herman Fithra ST MT (Dekan Fakultas Teknik), Iskandar Zulkarnaen SE MSi PhD (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), dan Dr Ir Wesli MT (Dosen Fakultas Teknik).[]

Editor : Irwan Saputra

KOMENTAR FACEBOOK