Salak, Satu Lagi dari Sabang

ACEHTREND.COM,Sabang-Sabang yang merupakan hamparan “tanah surga” di ujung barat Indonesia, memiliki citra pesona yang tiada tara, selain dikenal dengan kemolekan alam bawah lautnya, “Eropa” kecil kala Belanda masih bercokol di sana, memiliki oleh-oleh yang mudah dibawa pulang oleh pelancong.

Bila Anda berkunjung ke Sabang untuk berlibur atau melakukan hal lainnya, tentu sudah tidak asing lagi dengan kaos Sabang, bakpia, mie sedap dan mie jalak, serta sate gurita. Kini, di pulau kecil yang memiliki terumbu karang nan mempesona itu, telah ada oleh-oleh “baru” yaitu salak Sabang.

Ya, salak Sabang merupakan hasil budidaya penduduk tempatan di Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, di tanam di halaman rumah atau di kebun kosong di samping rumah, salak yang serupa dengan salak pondoh itu, kini menjadi salah satu oleh-oleh khas di bekas kota pelabuhan internasional itu.

Dari sisi rasa, menurut sejumlah pelancong, salak Sabang tidak berbeda dengan dengan salak mini yang ditanam di Yogyakarta. Keunggulan salak Sabang adalah lebih segar karena dipetik dan dijual dalam satu waktu berdekatan.

“Karena lebih fresh, tentu rasanya akan lebih segar. Salak Sabang ukurannya kecil, rapuh serta manis, tidak ada yang kelat, serta ringan,” ujar Mahdi (35) seorang pelancong yang ditemui aceHTrend di pelabuhan Balohan, Sabang, pada medio Juli 2018.

Bagi Anda yang ingin membeli sebagai oleh-oleh, di lapak-lapak kecil di dekat pelabuhan Balohan, salak tersebut dijual kiloan, dengan harga per kilo sekitar 25.000, bila Anda pintar bernegosiasi dengan penjual, tentu harganya bisa lebih murah.