Menapak Sejarah ke Goa Batu Meucanang

Objek wisata sejarah Batu Meucanang. (Widia Sari)

ACEHTREND. COM. Tapaktuan – Ternyata pelajaran masa lalu menjadi lebih menyenangkan dipelajari bila melakukan observasi langsung ke tempat lokasi sejarah tersebut. Inilah yang dilakukan guru sejarah dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Unggul Darussalam, Kecamatan Labuhanhaji, Aceh Selatan, Widia Sari kepada pera siswa yang diasuhnya.

Widia mengajak para siswanya dari kelas X dan XI untuk melakukan lawatan sejarah ke Goa Batu Meucanang dan Goa Pelonsong di Kecamatan Labuhanhaji Barat, Aceh Selatan. Goa ini memang masih menjadi misteri, karena di dalam goa terdapat beberapa peralatan dapur, kamar tidur, patung putri, dan pelaminan yang sudah menjadi batu.

Cerita ini sudah melegenda di kawasan masyarakat Labuhanhaji. Hal ini dimanfaatkan Widia untuk mengajar sejarah melalui tradisi lisan yang disebut dengan folkor.

“Kami memilih gua tersebut karena terdapat tradisi lisan yang menjadi kebudayaan masyarakat setempat dan diwariskan secara turun temurun. Legenda dari Gua Batu Meucanang dan Gua Palonsong ini merupakan salah satu jenis folkor yang ada di labuhanhaji,” ujar guru sejarah SMAN Unggul Darussalam itu kepada AceHTrend.

Para siswa yang terdiri atas kelas X dan XI itu melakukan observasi pada tanggal 5 Agustus 2018 lalu, dalam rangka pembelajaran mata ajar sejarah. Mereka juga mewawancarai beberapa warga setempat yang mengetahuikisah dari kedua tempat tersebut.

Berdasarkan hasil observasi mereka, Goa Batu Meucanang dan Goa Palonsong merupakan sebuah situs legenda di Kecamatan Labuhanhaji Barat, Aceh Selatan. Menurut salah seorang narasumber yang sempat mereka wawancara, Nyak Kuteh, mengatakan, dulu di tempat ini berdiri sebuah kerajaan Labuhanhaji milik seorang perempuan yang sangat cantik bernama Putri Malem. Namun, kerajaannya semua menjadi batu karena dia mengutuk dirinya supaya tidak dinikahi oleh tentara Belanda,” ujar warga setempat yang berusia sekitar 120 tahun itu.

Mereka juga memasuki Goa Palonsong yang terdapat di Desa Hulu Pisang, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Aceh Selatan. Di lawatan sejarah ini mereka banyak belajar tentang legenda yang berada di Labuhanhaji dan mendapatkan cerita sejarah dari orang-orang yang mengetahui legenda tersebut.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi ke tempat ini silahkan datang ke Gampong Batee Meucanang, Labuhanhaji Barat, Aceh Selatan. Tepatnya tidak jauh dari pasar Blang Kejeuren yang merupakan ibu kota dari Kecamatan Labuhanhaji Barat. Di sana terdapat papan petunjuk arah dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang bertuliskan Objek Wisata Gua Batee Meucanang.

Anda juga bisa bertanya kepada warga setempat di mana lokasi Goa Batu Meucanang tersebut karena warga dari Kota Tasawuf ini dengan senang hati menunjukan lokasinya tersebut. Hanya saja ketika datang ke tempat ini hendaknya mengunakan busana muslim, supaya dilayani dengan ramah. Dikarenakan di sekitar tempat ini banyak pesantren tradisional yang sangat kental dengan syariat Islam.

KOMENTAR FACEBOOK