Air Sialang, Gampong Sentra Kerajinan Kasab Sulam Emas di Aceh Selatan

Kerajinan kasab benang emas. @Ihan Nurdin/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Bila Anda pergi ke wilayah barat selatan Aceh, Anda akan menemukan kerajinan yang sudah ada sejak lama. Salah satunya kerajinan kasab sulam benang emas yang terdapat di beberapa daerah yang sudah menjadi sentra penghasil kasab sulam benang emas di Aceh.

Di antaranya di Gampong Panton Tunom Aceh Jaya, Gampong Teungoh Samatiga Aceh Barat, Gampong Air Sialang Hilir Samadua Aceh Selatan, dan Gampong Kuala Baru Laut, Kuala Baru Aceh Singkil. Daerah-daerah ini sudah memproduksi kasab sejak lama, bahkan sudah menjadi bagian dari budaya daerah tersebut.

Seperti di Gampong Air Sialang Hilir, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan misalnya hampir setiap rumah ada yang memproduksi kasab. Bisanya kasab-kasab ini dibuat oleh kaum perempuan secara berkelompok untuk menghasilkan pelaminan kasab yang siap pakai.

Para perempuan ini sudah mahir menjahit kasab sejak kecil, jadi tak heran kalau banyak pengrajin kasab di gampong ini dibuat oleh anak-anak remaja. Della misalnya, remaja usia 13 tahun ini menyulam kasab ketika libur sekolah.

“Kalau libur biasanya saya menyulam kasab benang emas yang diupahkan orang ke saya. Lumayan untuk menambah uang jajan,” ujar Della yang sudah bisa menjahit kasab dari usia 10 tahun.

Meyulam kasab benang emas memang sudah menjadi tradisi secara turun temurun di beberapa sentra penghasil kasab ini. Mereka belajar dari orang tua terdahulu bagaimana teknik menyulam benang emas di atas kain beludru yang disebut kasab tersebut. Bahkan di daerah Singkil para perempuan harus menyulam beberapa bagian kasab untuk pelaminan saat mereka nikah nanti.

Selain itu pelaminan kasab dari berbagai daerah tersebut tidaklah sama bentuk jahitan, motif, dan filosofinya. Masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri seperti halnya kasab yang dihasilkan di Samatiga, Aceh Barat berbeda dengan kasab yang dihasilkan di Samadua, Aceh selatan.

“Kalau kasab Aceh Selatan cara menyulamnya dengan dikandang dulu motifnya, baru diisi bagian dalamnya. Sedangkan kasab Aceh Barat diisi dulu motifnya terakhir baru dikandang atau yang disebut dengan jahit bertindih,” kata Teuku Laksamana, pakar pelaminan adat suku aneuk jamee Aceh Selatan.

Kendatipun, kasab-kasab ini merupakan pelaminan wajib yang digunakan saat diadakannya kenduri baik itu sunat rasul maupun acara pernikahan. Oleh karena itulah menyulam kasab ini terus berlangsung hingga sekarang.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK