2019 Ganti Presiden atau Tetap Jokowi

Oleh Fajri *)

Dua tahun menjelang pemilihan presiden 2019 suhu politik memanas. Walau belum ada kandidat calon presiden resmi dari Komisi Pemilihan Umum. Namun kalangan masyarakat yg merasa tidak puas dengan kinerja pemerintah saat ini, melakukan berbagai upaya agar pada pemilu berikutnya pemerintah saat ini tumbang. Dengan harapan hadirnya pemerintahan baru di bawah presiden baru yang bisa membalik keadaan yang saat ini sama sekali tidak memuaskan menjadi memuaskan.

Kalangan masyarakat yang terpuaskan dengan kinerja pemerintah saat ini pun melakukan hal yang sama agar kepuasannya terus berlanjut, maka tak ada cara lain selain dua periode artinya pemerinthan saat ini harus berlanjut.

Berangkat dari dua ekpresi ini, lahirlah ide 2019 Ganti Presiden bagi kalangan yang tidak terpuaskan. Serta 2019 Tetap Jokowi oleh kalangan yang terpuaskan dengan kinerja pemerintahan saat ini.

Perang dimulai, segenap pikiran, tenaga dan pikiran dicurahkan, berbagai macam media dan fasilitas digunakan semaksimal mungkin. Lomba mengerahkan massa terbanyak juga dilakukan di ruang-ruang terbuka, lembaran-lembaran Rupiah pun wajib dikucurkan. Semuanya dilakukan demi memenuhi syahwat dan hasrat politik.

Sebelum memutuskan pilihan 2019 Ganti Presiden atau 2019 Tetap Jokowi, ada baiknya belajar dari pengalaman-pengalaman politik yang pernah dialami bangsa ini, seperti Reformasi 98. Adakah reformasi 98 dengan tumbangannya rezim ORBA NKRI ini menjadi lebih baik dan maju atau sebaliknya. Setiap pembaca tentunya punya jawaban masing-masing.

Negara-negara di bumi ini tentunya mengalami pergantian pemerintahan dan presiden yg diikuti dengan perkembangan negara tersebut bisa maju dibawah pemerintahan lama atau mundur di bawah pemerintahan berikutnya. Sebagaimana pengalaman Turki dan Malaysia.

Jauh sebelum dipimpin Erdogan, Turki bukanlah negara yang terkemuka secara ekonomi apalagi teknologi. Namun setelah Erdogan naik tahta wajah negara dua benua itu berubah signifikan dan diperhitungkan dunia.

Mengutip berbagai sumber Turki di bawah Erdogan telah mencapai banyak sekali kemajuan-kemajuan yang tidak pernah pernah dibuat pemerintahan sebelumnya. Di antaranya adalah lompatan ekonomi yang besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16 dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun. Berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia. Untuk pertama kali Turki di masa modern ini memproduksi sendiri tank baja, pesawat terbang dan pesawat tempur tanpa awak, serta satelit militer modern pertama yang multi fungsi.

Dalam 10 tahun terakhir, pendapatan perkapita penduduk Turki yang dahulunya hanya 3500 dolar pertahun meningkat pada tahun 2013 menjadi 11.000 dollar pertahun, lebih tinggi dari perkapita penduduk Prancis. Erdogan menaikkan nilai tukar mata uang Turki 30 kali lipat, Erdogan menutupi defisit anggaran yang mencapai 47 milyar dolar. Sebelumnya cicilan terakhir hutang Turki ke IMF adalah 300juta dolar pada Juli lalu. Bahkan Turki meminjami IMF sebesar 5 milyar dolar.

Di samping itu Erdogan juga menambah cadangan devisa negara sebesar 100 milyar dolar, Total nilai investasi dari PDB yang menyumbang sekitar 25% meraih peringkat tertinggi di Eropa. Belum lagi keberhasilan-keberhasilan Erdogan secara politik yang tidak bisa dimuat dalam artikel ini karena artikel ini tidak berjudul kesuksesan Erdogan.

Untuk kasus Turki, “2019 Ganti Presiden” terbukti ampuh dan mujarab membuat Turki menjadi negara maju.

Lain halnya dengan negeri jiran Malaysia. Pemerintahan Perdana Menteri Mahatir Muhammad berhasil membawa negeri Melayu itu keluar dari katagori “negara dunia ketiga” dengan melakukan berbagai terobosan dan inovasi. hasilnya Malaysia menjadi salah satu negara yang cukup diperhitungkan di regional Asia Tenggara.

Namun kondisinya berbalik saat Mahatir lengser. Sampai-sampai brand otomotif lokal malaysia Proton yang susah payah dibangun harus diakuisisi raksasa otomotif negeri Tirai Bambu Geely karena pailit, akibat penjualan yang turun drastis di pasaran. Padahal saat Mahatir berkuasa mobil Proton sempat mendunia dengan penjualan tinggi serta mampu mengakuisisi brand mobil sport Inggris Lotus.

Selain itu Malaysia pasca Mahatir juga dililit utang dan korupsi. Klimaksnya adalah lengsernya Pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak dan kembalinya Mahatir Muhammad sebagai perdana menteri hasil pemilihan raya Mei 2018. Kemenangan Mahatir pada Pemilihan Raya Mei 2018 adalah ekspresi kekecewaan rakyat Malaysia terhadap Pemerintah Najib.

Untuk kasus Malaysia, “2019 Tetap Jokowi” terbukti ampuh dan mujarab bahwa pemerintahan incumbent mesti dilanjutkan ke periode berikutnya.

Terlepas dari kontroversi dua kubu di atas. Pertanyaannya adalah akankah 2019 Ganti Presiden atau 2019 Tetap Jokowi akan membuat NKRI ini menjadi lebih baik? Jawabannya adalah Kelompok 2019 Ganti Presiden yakin seyakin-yakinnya bahwa dengan ganti presiden di 2019 NKRI akan menjadi baik dan Rakyatnya akan sejahtera. Begitu juga dengan kelompok 2019 Tetap Jokowi yakin seyakin-yakinnya bahwa jika Jokowi terpilih kembali menjadi presiden NKRI akan menjadi negara maju dan rakyat sejahtera serta bahagia.

Selain dua jawaban di atas sangat haram ada jawaban lain untuk kelompok 2019 Ganti Presiden dan kelompok 2019 Tetap Jokowi. Namun bagaimana dengan masyarakat biasa seperti saya yang tidak terlalu peduli dengan kinerja pemerintah apalagi kritik oposisi kepada pemerintah. Kalangan masyarakat ini tentunya akan menjawab bahwa boleh jadi 2019 Ganti Presiden atau 2019 Tetap Jokowi akan membuat NKRI menjadi maju semaju-majunya dan sangat mungkin pula 2019 Ganti Presiden atau 2019 Tetap Jokowi akan membuat NKRI hancur- sehancurnya atau bubar pada 2030 sebagaimana pengalaman Turki dan Malyasia.

Kembali lagi ke hiruk pikuk politik dan Ribut-ribut soal 2019 Ganti Presiden atau 2019 Tetap Jokowi, sebaiknya dikembalikan ke akal sehat masing-masing rakyat Indonesia. Kinerja serta kebijakan pemerintahan saat ini tentunya bisa dinilai dan dirasakan oleh rakyat apakah menyenangkan atau menyusahkan.

Bila Anda merasa yakin bahwa 2019 Ganti Presiden adalah dewa, yang akan mengubah hidup Anda menjadi bahagia dan sejahtera dan membuat negeri ini menjadi baik dan maju, silakan Anda gila dengan itu. Jika Anda merasa yakin bahwa 2019 Tetap Jokowi Anda akan kaya dan bahagia serta mampu membuat negeri menjadi negara paling maju di bumi, silakan pula Anda gila dengan itu tidak ada larangan dalam demokrasi. Atau Anda tidak yakin sama sekali dengan kedua-duanya silakan golput alias abstain pada pemilu nanti. Kalo saya memilih tidak gila dan tidak golput alias akan memilih 2019 Ganti presiden atau 2019 Tetap Jokowi, namun belum saatnya mengkampanyekan pilihan politik saat ini toh kandidat resmi saja belum ada dari KPU.

*penulis adalah kepala MAS Imam Syafi’i Sibreh.