Tahun Politik, Masyarakat Diminta Waspadai Berita Hoax

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Memasuki tahun politik seperti saat ini masyarakat dinilai gampang terprovokasi dengan maraknya berita-berita hoax yang berseliweran di media sosial. Karena itu, masyarakat diminta agar berhati-hati dalam menerima informasi.

Ketua Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Aceh, Teuku Farhan, mengatakan ada tiga cara sederhana dalam menyaring setiap informasi yang beredar yaitu dengan resep 3T.

“Pertama tahan diri untuk langsung berbagi informasi, kedua teliti setiap informasi yang diterima seperti siapa pengirimnya, dari mana sumber informasinya. Dan T yang terakhir yaitu tanya ahlinya terkait informasi yang beredar,” kata Teuku Farhan kepada aceHTrend, Senin, 3 September 2018.

Isu-isu politik kata Farhan memang mudah dipelintir sehingga menjadi kabar bohong yang meresahkan dan memecah belah. Selain politik, isu-isu ekonomi seperti peluang bisnis dan hadiah juga kerap mengecoh masyarakat.

“Sepertinya ada pengaruh psikologi dari kebiasaan masyarakat yang gemar mengonsumsi acara gosip yang sudah lama dan lebih dulu muncul, padahal yang ditayangkan tidak semuanya benar alias hoax, cuma tidak dilabelkan dengan istiah hoax, lama kelamaan masyarakatnya menganggap lumrah.”

Yang memprihatinkan kata Teuku Farhan, mengenai konten-konten negatif yang menjadi konsumsi publik saat ini hanya dipersempit hanya sebatas berita-berita hoax.

“Sementara mengenai berita cabul dan sadis masih menjadi isu utama yang diangkat oleh media mainstream tidak dipermasalahkan demi naiknya traffic dan keuntungan perusahaan media tanpa peduli dampak moral bagi masyarakat,” katanya.

Berbagai kabar bohong tersebut umumnya disebarkan oleh orang-orang yang bisa dikatakan belum melek informasi meskipun mereka kerap berinteraksi dengan internet.

“Di antara penyebarnya itu ada yang belum bisa membedakan eksistensi domain website hoax, ada juga yang belum mengenal ciri-ciri konten hoax dari sisi bahasa yang digunakan oleh konten hoax itu sendiri. Bahkan ada konten-konten hoax yang sudah diklarifikasi oleh pihak berwenang masih juga disebarkan,” ujarnya.[]