Anggaran Rp9,8 Miliar Tidak Dicairkan, Ketua KNPI Aceh: Kita Nggak Bisa Bergerak!

Ketua KNPI Aceh, Wahyu Saputra @Serambi Indonesia

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Wahyu Saputra, mengatakan Kongres KNPI XV yang bakal digelar di Banda Aceh pada 26-31 Oktober 2018 mendatang akan berdampak positif bagi citra Aceh di tingkat nasional.

Kongres ini akan mendatangkan sekitar 15 ribu pemuda dari seluruh Indonesia ke Banda Aceh. Di antaranya kata Wahyu, terdapat beberapa kepala daerah di Indonesia seperti bupati dan wakil gubernur.

“Kita bangga Aceh jadi tuan rumah. Ini menjadi kesempatan untuk mempromosikan Aceh secara gratis kepada teman-teman dari seluruh Indonesia,” kata Wahyu Saputra kepada aceHTrend, Kamis malam, 6 September 2018.

Dari sisi ekonomi kata Wahyu, akan terjadi perputaran uang dengan nilai yang lumayan. Wahyu mengkalkulasikan, jika masing-masing peserta membawa uang Rp2 juta saja, dengan jumlah di atas, setidaknya terjadi perputaran uang sebesar Rp30 miliar melalui kegiatan tersebut.

“Kemudian dari sisi keamananannya, citra Aceh sebagai daerah yang aman dan kondusif akan tercipta dengan hadirnya mereka ke Aceh dan melihat sendiri bagaimana kondisi di Aceh. Terakhir para peserta yang datang ini berasal dari beragam profesi, ada yang wartawan, anggota DPR, bupati, kehadiran mereka tentunya akan menjadi media promotor secara gratis bagi Aceh. Kita harapkan mereka bisa mempromosikan Aceh setelah kembali ke daerahnya masing-masing,” ujar Wahyu.

Sejauh ini kata Wahyu, pihaknya telah membentuk kepanitiaan yang melibatkan sekitar 200-an panitia yang diketuai oleh Ismed Tanjung. Namun, dalam pelaksanaannya panitia mengalami kendala untuk bekerja karena dana kongres sebesar Rp9,8 miliar yang telah diplotkan dalam APBA melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh tidak dicairkan oleh Kepala Dispora Aceh. Salah satu kendala yang mereka alami yaitu kesulitan untuk melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Panitia juga tidak bisa bekerja untuk mempersiapkan berbagai keperluan teknis acara.

“Ya, kita nggak bisa bergerak!”

Sebulan lalu kata Wahyu, ia sudah bertemu dengan Kepala Dispora Aceh, Darmansyah, tetapi berdasarkan keterangan Wahyu, Darmansah bersikukuh tidak mau mencairkan anggaran itu sebelum ada arahan tertulis dari Plt Gubernur Aceh. Harusnya kata Wahyu, Kepala Dispora Aceh bisa memahami alur anggaran tersebut yang telah melewati proses sejak tahun lalu hingga akhirnya disetujui ketika organisasi itu masih dipimpin oleh Jamaluddin.

“Sudah sebulan yang lalu saya ketemu, sudah telp juga, dua hari yang lalu juga ketemu. Jadi sudah jenuh berurusan dengannya. Bila dia tidak mau mencairkan uangnya, dia tanggung risikonya kalau teman-teman OKP marah. Kita nggak tanggung,” kata Wahyu.

Rencananya kata Wahyu, Kongres ini akan dibuka oleh Presiden Jokowi dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam agenda tiga tahunan ini pihaknya berencana mengusung Prananda Paloh sebagai Ketua KNPI periode 2018-2021. Aceh terpilih sebagai tuan rumah perhelatan Kongres KNPI XV dalam kongres sebelumnya yang digelar di Papua pada 2015 lalu. Melalui kongres ini mereka berharap bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk pemimpin Indonesia periode 2019-2024.[]