#14Munir, IMM Abdya: Bukti Lemahnya Penegakan HAM di Indonesia

Suciwati, istri almarhum pejuang HAM, Munir. @tribunnews

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Asnawi, menilai, tidak terungkapnya dalang utama pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib hingga 14 tahun lamanya bukti lemahnya penegakan HAM di Indonesia.

“Penyelesaian kasus Munir yang tidak kunjung terungkap dalang utamanya hingga 14 tahun, justru menjadikan Indonesia sebagai negara krisis penegakan HAM. Padahal, Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Jokowi pernah berjanji akan menuntaskan kasus tersebut. Namun nihil,” ungkap Asnawi, kepada aceHTrend, Jumat (7/9/2018).

Selain itu, katanya, faktor Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir yang dibuat oleh pemimpin negeri ini juga terkesan seremonial, karena hingga sekarang hasil dari TPF belum mampu diungkapkan, bahkan ada yang sebut dokumen itu hilang.

“Ini makin aneh, saya menilai apa yang digembar-gemborkan oleh pemimpin kita dalam kasus Munir hanya sebatas wacana dan wacana. Namun hasilnya justru tidak berbanding dengan janji-janji yang pernah para pemimpin kita ungkapkan,” jelasnya.

Asnawi menduga, ada kekuatan besar di balik tidak terungkap tuntas kasus pembunuhan Munir, atau bisa saja, katanya, kasus ini dijadikan sebagai alat untuk menakut-nakuti dan membungkam warga negara untuk menyampaikan pendapat secara kritis.

“Boleh jadi begitu, kasus Munir mau dijadikan sebagai contoh untuk para aktivis yang kritis dalam menyampaikan pendapat. Sehingga kasus tersebut dengan sengaja tidak diungkapkan sampai sekarang. Kalaupun asumsi itu benar, maka kami tegaskan, masih banyak Munir-Munir baru yang akan menggantikan Munir Said Thalib di Indonesia ini,” tegas Asnawi.

Terakhir dia berharap, agar Presiden Jokowi menunaikan janjinya ke pihak keluarga Munir dan masyarakat Indonesia yang pernah mengatakan bahwa “PR kita adalah pelanggaran HAM masa lalu. Termasuk kasus Munir.”

“Kita tunggu pembuktian janji itu,” tantang Asnawi.[]

Editor : Irwan Saputra

KOMENTAR FACEBOOK