Soal Kongres XV KNPI, PW Pemuda Muhammadiyah Aceh Angkat Bicara

Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Aceh, Budi Ardiansyah.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sekretaris Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh, Budi Ardiansyah, turut berkomentar menanggapi kabar terancam gagalnya Kongres Nasional XV KNPI akibat belum dicairkannya anggaran kegiatan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Aceh. Adanya dualisme KNPI Aceh yang terkait dengan dualisme KNPI nasional disebut-sebut menjadi pertimbangan Kadispora Aceh untuk mencairkan anggaran.

Terkait hal ini, PW Pemuda Muhammadiyah Aceh kata Budi, hanya mengakui KNPI Aceh periode 2017-2020 yang saat ini diketuai Wahyu Saputra. Pihaknya juga menyatakan bahwa KNPI yang didirikan pada 1973 merupakan wadah berhimpunnya OKP yang ada di Indonesia dan diakui secara sah, termasuk PW Pemuda Muhammadiyah dan ortom-ortom Muhammadiyah lainnya.

“Rancangan anggaran kongres tersebut telah diajukan sebelumnya ke Dispora Aceh pada tahun 2017, di masa kepemimpinan Jamaluddin. Nomenklatur yang tertulis untuk ‘Kongres Pemuda’ hanya ditujukan untuk penyelenggaraan Kongres XV KNPI Nasional dengan tuan rumah KNPI Aceh di bawah kepemimpinan Wahyu Saputra, bukan organisasi lain,” kata Budi kepada aceHTrend, Jumat malam, 7 September 2018.

Karena itu kata Budi, Dispora Aceh dalam hal ini perlu bersikap bijak agar agenda nasional kepemudaan itu bisa berjalan sukses. Dispora Aceh diminta memahami persoalan ini secara utuh dan segera menyelesaikannya dengan seluruh pengambil kebijakan.

“Suksesnya agenda nasional ini tentu membawa pengaruh positif terhadap imej Aceh di mata masyarakat Indonesia, baik secara sosial maupun ekonomi. Selanjutnya, KNPI baik level nasional dan Aceh perlu membentuk tim hukum yang solid untuk memperkuat dasar hukum organisasi,” kata Budi.

Budi menyarankan setiap OKP yang bernaung di bawah payung KNPI Aceh agar membuat surat pernyataan bersama sebagai bentuk pengakuan tidak adanya dualisme di tubuh KNPI.[]