Ketua DPRA Desak Optimalisasi Pembangunan Jembatan Leubok Muku Langkahan

Teungku Muhar dan rombongan saat meninjau pembangunan jembatan Leubok Muku di Langkahan Aceh Utara @Taufik Ar-Rifai/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Ketua DPR Aceh, Teungku Muharuddin, meminta Pemerintah Aceh segera memperbaiki jembatan Leubok Muku di Buket Linteueng, Langkahan, Aceh Utara. Pasalnya pembangunan jembatan dan jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu belum optimal.

“Harapan kita kepada Pemerintah Aceh agar infrastruktur jembatan dan akses jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Langkahan dan Cot Girek ini bisa dinikmati oleh masyarakat dengan baik,” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin, saat meninjau lokasi tersebut, Jumat sore, 7 September 2018.

Dua kepala instansi, yakni Kepala Dinas Pengairan Aceh, Mawardi, dan Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Fajri, turut mendampingi Ketua DPR Aceh dalam peninjauan tersebut.

Muharuddin juga berharap, pembangunan jembatan dan akses jalan harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Aceh. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses utama warga setempat menuju Kecamatan Cot Girek dan Lhoksukon yang kondisinya belum tersentuh aspal.

Meski sudah dapat dilalui, pembangunan infrastruktur jalan masih belum optimal. Selain jembatan yang belum sempurna, akses jalan di kawasan itu menuju Cot Girek juga belum optimal. Pasalnya, pembangunan jalan yang bersumber APBA 2015, APBA 2016, dan 2017 ini telah menggelontorkan anggaran sebanyak Rp9 miliar lebih.

“Anggaran yang digunakan itu secara bertahap. Ini perlu ada penambahan dana lagi untuk tahap penyempurnaan jalan sehingga akses jalan bisa dinikmati warga dengan baik. Selain itu, jembatan yang dibangun juga harus tinggi karena kawasan ini juga salah satu kawasan rawan banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Jefri, mengatakan ia akan berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Utara. Hal ini dikarenakan status jalan ini masih milik Kabupaten Aceh Utara.

“Untuk penanganan dari tingkat provinsi, statusnya harus ditingkatkan menjadi jalan provinsi. Dalam hal ini, kami akan berkoordinasi dahulu bersama Pemkab Aceh Utara karena ini bisa digunakan DOKA (Dana Otonomi Khusus Aceh) kabupaten sebesar Rp4 miliar untuk penyempurnaan jalan,” ujar Jefri.[]

Editor: Ihan Nurdin